Bom Waktu Krisis Kader Potensial Demokrat Jambi

| Editor: Admin
Bom Waktu Krisis Kader Potensial Demokrat Jambi


KABAR18.COM - Pengamat politik dan kebijakan publik, Dr. Dedek Kusnadi menilai polemik yang terjadi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Demokrat se-Provinsi Jambi akan merugikan partai besutan Mantan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono itu kalau tidak di kelola dengan baik. Karena sebentar lagi akan masuk persiapan Pemilu 2024.

Baca Juga: Jefri : Sekretaris DPD Demokrat, Syamsurizal Campur Tangan Dalam Verifikasi Faktual





"Pasca Muscab, satu persatu kader potensial Demokrat mulai hengkang dari partai tersebut. Mereka kecewa dengan aturan partai yang tidak diberlakukan sebagaimana mestinya." Jelas Dosen UIN STS Jambi ini.





Sebagai contoh kasus yaitu, pada Muscab DPC Demokrat Sarolangun. Calon Ketua DPC Demokrat Sarolangun bernama HM Syaihu, dia sudah memperoleh dukungan penuh 10 PAC, sementara informasi yang beredar di tengah-tengah publik terdeteksi adanya manuver DPD Demokrat Provinsi dalam upaya mendorong calon lain dengan mengubah semua aturan internal yang sudah ditetapkan, sehingga muncul dua calon.





Fakta sementara, semestinya HM Syaihu yang telah memenuhi ketentuan yang berlaku tentu layak ditetapkan sebagai ketua terpilih secara aklamasi, sebab hampir semua PAC mendukungnya.





Diketahui, ternyata kejadian serupa juga terjadi pada pemilihan ketua DPC Demokrat Batanghari dan juga untuk calon Ketua DPC Demokrat Tanjab Barat.





Apakah ini bagian dari fungsi controling yang dimainkan oleh penguasa pertai untuk mengatur para kadernya agar sejalan dengan atasan ataukah ada kepentingan terselubung lainnya?





Kalau mau untuk sedikit menurunkan ego dan memandang jernih persoalan yang terjadi maka, Demokrat semestinya membaca peluang besar yang ada didepan mata. Demokrat Sarolangun saat ini memiliki nilai tawar yang tinggi dibuktikan dengan keberhasilan Demokrat menduduki unsur Pimpinan di Parlement Sarolangun.





Demokrat tidak boleh menutup mata terhadap prestasi kadernya, keberhasilan itu bermula saat HM Syaihu berhasil memenangkan kontestasi pada Pemilu 2019 lalu. Dan saat ini untuk maju sebagai ketua DPC HM Syaihu memperoleh dukungan dari 10 PAC Arti nya secara perolehan dukungan HM Syaihu sudah melebihi dari syarat dan ketentuan.





Partai Demokrat adalah Partai besar yang semestinya memahami betul bagaimana strategi dalam mempertahankan kader potensial guna sebagai motor penggerak partai agar tetap eksis dimasa mendatang.





Analoginya seperti sebuah perusahaan yang tidak memiliki konsep manajemen strategik yang baik, jika tidak mampu mempetahankan kader-kader potenialnya maka Demokrat yang saat ini dikenal besar akan dipandang sebelah mata dan tidak diperhitungkan dimasa depan.





"Jika DPD Demokrat Provinsi Jambi tetap bertahan dengan pola yang seperti ini, maka akan banyak lagi kader-kader yang bakal hengkang dari Partai Demokrat. Maka ini sungguh menjadi ancaman bagi partai Demokrat bahkan kalau boleh saya katakan ini akan menjadi bom waktu bagi Demokrat Jambi." Kata Dedek. ***Rel**


IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Kabar Lainnya

Kabar Lainnya