Catatan : Mursyid Sonsang, Pendiri/ Pembina JMSI Pusat dan Alumni Lemhannas PPSA 18 dari Tiongkok
Misi Muhibah delegasi Indonesia yang diwakili pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) ke Tiongkok dari tanggal 12 - 17 Juli 2026 menenuhi Undangan Asosiasi Wartawan Tiongkok. Salah satu agendanya Konferensi Aliansi Media Asia Selatan dan Asia Tenggara tanggal 14 Juli 2026 di Kota Kunming, Yunnan, Tiongkok.
Baca Juga: Pantun yang Membawa JMSI Bermuhibah ke Negeri Tiongkok.
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Ketua Umum JMSI Pusat, DR. Teguh Santosa, Pendiri/Pembina JMSI Pusat Mursyid Sonsang, Ketua Pengda JMSI Lampung Ahmad Novriwan, Ketua JMSI Kalimantan Tengah Julius M. Sinaga, Pengurus Pusat Bidang Luar Negeri JMSI Yopiandi Kurniawan serta Farida Farhah dari Farah.id
Mengapa muhibah ini diibaratkan "kucing beranak". Kebiasaan kucing kalau beranak di suatu tempat. Ada gangguan sedikit, anaknya dibawah pindah ke tempat yang lebih aman. Dengan mengigit leher anaknya dibawa ketempat yang baru. Terusik lagi, pindah ke tempat lain. Begitu seterusnya.
Baca Juga: Belajar dari Yunnan, Tobat Ekologi Ditopang Gerakan Koperasi
Begitu juga rombongan delegasi Indonesia. EO yang ditugaskan ACJA ( Asosiasi Jurnalis China) begitu efesien mengatur waktu. Dalam satu hari bisa mengunjungi beberapa objek. Mobilitas dari suatu tempat ke tempat lain cukup padat dalam satu hari. Barang harus di tenteng berupa tas atau koper. Selama 5 hari, setidaknya 4 kali bertukar pesawat, 4 kali bertukar hotel, 3 kali bertukar bus jemputan dan dua kali naik kereta api cepat.
"Begitu efesien orang Tiongkok ini dengan waktu, kita tidak bisa istirahat lama, mobile. Ya..seperti kucing beranak lah, istilah Mursyid Sonsang," jelas Novriwan, Ketua JMSI Lampung.
Baca Juga: JMSI: Masyarakat Pers Asia Perlu Bangun Narasi yang Otentik
Dari Jakarta tidak mengambil penerbangan langsung ke Kunming, Yunan tetapi transit beberapa jam di Bandara Haikou Provinsi Hainan. Bandaranya sangat luas dan bersih. Jalan jalan menuju bandara mulus dan lebar. Pembangunan kota ini sangat pesat. Berbagai industri bertumbuh dengan cepat. Bahkan ada mall yang terbesar di dunia.
Pengembangan Provinsi Hainan sebagai jalur maritim China dengan Pelabuhan Perdagangan Bebas (Free Trade Port) terbesar. Menjadikan Hainan sebagai gerbang strategis global dan pusat logistik yang menghubungkan China daratan dengan kawasan internasional, titik jalur pelayaran strategis menuju Asia Tenggara.
Pemerintah China menetapkan seluruh Pulau Hainan sebagai kawasan khusus ekonomi dan bea cukai. Kebijakan ini mencakup pelonggaran dan membebaskan bea masuk dan pajak, memfasilitasi pergerakan barang, modal, serta sumber daya manusia dengan lebih cepat dan efisien.
Hainan juga dijadikan hubungan logistik dan konektivitas maritim. Pulau ini diposisikan sebagai simpul utama dalam rantai pasok global. Jalur pelayaran langsung dan infrastruktur kepelabuhanan seperti Pelabuhan Yangpu terus diperkuat untuk memperlancar arus komoditas ekspor-impor, yang secara langsung memperkuat kerja sama perdagangan regional
Posisinya yang dekat dengan Asia Tenggara membuat Hainan menjadi jembatan ekonomi dan pusat manufaktur strategis. Pelonggaran regulasi dan biaya tarif yang efisien mendorong partisipasi negara-negara mitra, termasuk Indonesia, dalam hal perdagangan komoditas hingga kolaborasi industri hilir.
Dari Haikuo, Heinan rombongan menuju Kota Kunming, Ibu Kota Provinsi Yunan. Lama penerbangan sekitar dua jam. Sesampai dibandara Kunming sudah ditunggu pengurus ACJA, mobil jemputan tidak membawa ke hotel tapi ke stasiun kereta api di Kunming dengan tujuan Kota Puer, daerah pegunungan yang berbatasan dengan Laos. Lama perjalanan 3 jam.
Sesampai di stasiun Puer, dijeput para pengurus ACJA dan asosiasi wartawan Kota Puer melihat perkebunan kopi didaerah tersebut. Walau badan sudah letih, ditahan tahan saja. Jalan berbelok dan berliku serta mendaki menuju perkebunan kopi itu.
Dikiri Kanan jalan tumbuh kopi dan teh serta tanaman plawija, seperti jagung, sayur sayuran. Memang daerah Puer sebagai penghasil terbesar kopi dan teh di seluruh Tiongkok.
Pemerintah Tiongkok dan Yunan serta pihak swasta begitu serius membantu petani kopi di daerah puer ini. Membangun jalan yang mulus, balai penelitian, cafe dan fasilitas pendukung lainnya.
Dari Kunming ke Puer bisa lewat jalan tol dan kereta api cepat. Kedua jalur transportasi ini merupakan mega-proyek modern Belt and Road Initiative (BRI) yang diinisiasi sejak tahun 2013 yang terkenal dengan istilah Jalur Sutera Darat koridor selatan. Jalur ini sudah ada ribuan tahun lalu. Dan kini dihidupkan lagi oleh pemerintah Tiongkok dengan pembangunan jalan tol, rel kereta api serta fasilitas pendukung lainnya.
Jalan sutera koridor selatan ini menghubungkan wilayah barat daya Tiongkok ke Asia Tengah, Asia Selatan, hingga Timur Tengah dan Afrika. Salah satu proyek paling krusial di koridor selatan yang menghubungkan Kashgar di Xinjiang (Tiongkok barat laut) langsung menuju Pelabuhan Gwadar di Laut Arab, Pakistan. Ini memberikan Tiongkok akses langsung ke Samudra Hindia dan jalur pelayaran internasional.
Kalau kita hubungan dengan geopolitik di Timur Tengah saat ini. Perang Iran lawan Amis ( Amerika dan Israel). Walau Iran disangsi Amerika dan negara barat lainnya, serta blokade di pelabuhan pelabuhan Iran. Ternyata arus barang Iran dan Tiongkok lewat jalur ini bebas dan aman.
Melihat Tiongkok hari ini, tidak salah kata kata para milenial " Tiongkok dilawaaan.......( Bersambung)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS