Organisasi Alumni Univ Bung Hatta Harus Berdiri di Atas Prinsip Inklusivitas

Organisasi Alumni Univ Bung Hatta Harus Berdiri di Atas Prinsip Inklusivitas

Reporter: Opini | Editor: Admin
Organisasi Alumni Univ Bung Hatta Harus Berdiri di Atas Prinsip Inklusivitas
Donny Magek Piliang ( dok)

Oleh : Donny Magek Piliang
Alumni Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta

Setiap alumni memiliki satu titik temu yang sama: almamater. Setelah masa studi berakhir, sekat-sekat fakultas semestinya tidak lagi menjadi garis pemisah, melainkan sejarah akademik yang melebur dalam identitas yang lebih besar sebagai alumni Universitas Bung Hatta. Karena itu, ketika kita berbicara tentang organisasi alumni, yang sedang kita bangun bukan representasi fakultas, melainkan rumah bersama seluruh alumni universitas.

Sudah terlalu lama organisasi alumni terjebak dalam logika sempit, siapa dari fakultas mana, siapa paling berpengaruh, dan siapa yang memiliki jabatan tinggi di luar kampus. Padahal, pengalaman menunjukkan bahwa jabatan struktural, posisi elite, atau gelar prestisius tidak otomatis berbanding lurus dengan kepedulian terhadap organisasi alumni. Kepemimpinan dalam organisasi alumni bukan soal status sosial, melainkan soal kesediaan hadir, bekerja, dan mengabdi.

Organisasi alumni membutuhkan figur-figur yang mencintai almamaternya secara tulus. Mereka yang merasa memiliki, yang rela meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membesarkan organisasi, meskipun tanpa sorotan publik. Kepedulian semacam inilah yang menjadi fondasi utama organisasi alumni yang hidup dan berkelanjutan.

Karena itu, proses memilih pengurus alumni harus diletakkan pada ukuran yang jelas dan objektif, visi, misi, dan komitmen kerja. Siapa pun yang duduk sebagai pengurus alumni idealnya memiliki pandangan yang kuat tentang arah organisasi, paham akan tantangan kealumnian, serta memiliki kemauan aktif untuk menggerakkan program nyata. Organisasi alumni tidak bisa dijalankan secara simbolik, ianya menuntut kerja kolektif yang konsisten.

Lebih jauh, organisasi alumni yang sehat harus berdiri di atas prinsip inklusivitas. Tidak boleh ada ruang bagi pikiran bahwa kepemimpinan alumni adalah milik fakultas tertentu atau kelompok tertentu. Selama seseorang adalah alumni Universitas Bung Hatta dan memiliki dedikasi yang nyata, maka ia memiliki legitimasi moral untuk terlibat dan memimpin.

Membangun organisasi alumni adalah proses jangka panjang. Ia tidak tumbuh dari figur tunggal, tetapi dari kerja bersama orang-orang yang memiliki visi yang sejalan. Ketika kepedulian, visi, dan komitmen menjadi dasar utama, organisasi alumni tidak hanya akan eksis secara administratif, tetapi juga berdaya secara sosial.

Akhirnya, mari kita sukseskan Mubes Alumni UBH pada 3-4 April 2026 di Covention Centre Univ Bung Hatta Padang, dan kembalikan diskursus kealumnian pada esensinya. Kita tidak sedang memperjuangkan kepentingan fakultas, apalagi gengsi jabatan. Kita sedang merawat almamater, menjaga warisan intelektual, dan membangun masa depan alumni Universitas Bung Hatta secara bersama-sama. Dari sanalah organisasi alumni akan tumbuh kuat bukan karena siapa yang memimpin, tetapi karena siapa yang benar-benar peduli.***

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Kabar Lainnya

Kabar Lainnya