Presiden Prabowo Buka Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2025 di ICE BSD City.

Presiden Prabowo Buka Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2025 di ICE BSD City.

Reporter: Tim phe | Editor: Admin
Presiden Prabowo Buka Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2025 di ICE BSD City.
Presiden Prabowo mengunjungi Both PHE seusai membuka Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2025 di ICE BSD City. || Tim phr

KABAR18.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto membuka Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2025 di ICE BSD City, Rabu (21/05/2025).

Seusai membuka Prabowo mengunjungi  both milik PT Pertamina Hulu Energi ( PHE), induk perusahaan dari PT Pertamina Hulu Rokan ( PHR), produsen migas utama yang krusial bagi ketahanan energi Indonesia.

Baca Juga: Temuan Ladang Migas "Bigfish" dari PHE, Paparkan Dalam Media Gathering di Lombok.

Di booth PHE, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Whisnu Bahriansyah, Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PT PHE. Dalam pertemuan tersebut, Whisnu memaparkan berbagai capaian dan target PHE beserta anak-anak perusahaannya, termasuk PHR. Kunjungan ini menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam mendukung industri hulu migas demi tercapainya kemandirian energi.

PHR: Pilar Utama Produksi Migas Nasional

Baca Juga: Jelang Hari Pers Nasional, Pertamina Hulu Energi Gelar Media Gathering

Sebagai salah satu pemain kunci di industri Hulu migas, PHR memiliki peran vital dalam memenuhi kebutuhan energi domestik. "Saat ini, PHR menghasilkan sepertiga dari total produksi minyak bumi Pertamina Subholding Upstream (SHU), sekaligus berstatus sebagai kontributor utama produksi migas nasional," jelas Whisnu Bahriansyah.

Data menunjukkan, pada tahun 2021, PHR menyumbang sekitar 40% dari total produksi migas Pertamina, menjadikannya kontributor minyak nasional nomor satu dengan produksi mencapai 202,24 MBOPD, atau setara 36% dari total produksi Subholding Upstream. Angka-angka ini mempertegas posisi PHR sebagai tulang punggung produksi minyak Indonesia.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Energi, PHE Catatkan Kinerja Optimal di Tahun 2023, Produksi Migas Naik

Inovasi dan Strategi Masa Depan PHR di IPA Convex 2025

Dalam ajang IPA Convex kali ini, PHR tidak hanya memamerkan capaian, tetapi juga berbagi visi dan strategi ke depan. Perusahaan akan aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi bertema "Innovative Energy Solution". Fokus utama diskusi adalah bagaimana mempertahankan tingkat produksi melalui penguatan base production, serta mendorong keberlanjutan energi masa depan melalui eksplorasi aktif di wilayah konvensional dan nonkonvensional.

Strategi jangka pendek dan menengah PHR meliputi pengeboran masif, workover dan well service, reaktivasi sumur, pengembangan reservoir berkualitas rendah, optimalisasi fasilitas produksi, efisiensi konstruksi, serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kolaborasi dan efisiensi operasional.

Salah satu terobosan signifikan yang disoroti adalah keberhasilan PHR melaksanakan Put On Injection (POI) pertama dalam proyek Enhanced Oil Recovery (EOR) atau steamflood di lapangan North Duri Development (NDD) A14 pada awal Januari 2025. Ini adalah langkah maju setelah alih kelola Wilayah Kerja Rokan oleh Pertamina. Selanjutnya, PHR juga tengah bersiap untuk mengembangkan metode Chemical EOR (CEOR) di lapangan Minas, yang diharapkan mampu meningkatkan produksi minyak secara berkelanjutan

Lebih dari Sekadar Migas: Komitmen Sosial dan Lingkungan PHR

Selain kontribusi di sektor migas, PHR juga menunjukkan komitmen kuatnya dalam Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di seluruh area operasi PHR Regional 1 Sumatra. Berbagai program inspiratif dipamerkan, antara lain:

 • Zona 1 (Jambi): Program Pemberdayaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Perempuan Jambi, yang dikenal sebagai SRIKANDI PERUBAHAN. Program ini sukses memberdayakan WBP melalui kegiatan membatik, meningkatkan pendapatan kelompok Batik Kejora, dan bahkan berhasil mendaftarkan 7 motif batik untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).

 • Zona Rokan: Program Rumah Jahit Lestari (RJL), yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan UMKM dan memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui usaha konveksi pakaian. RJL telah berhasil membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan dan menciptakan kisah sukses seperti Suci Sustari, seorang guru yang beralih profesi menjadi penjahit sukses.

 • Zona 4 (Prabumulih): Program Mbak Dewi Shuji (Lembak Desa Wisata Shuji), sebuah inisiatif TJSL yang berfokus pada pengembangan desa wisata baru di Desa Lembak. Melalui pemanfaatan potensi Danau Shuji, program ini telah membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Dengan kehadiran komprehensif di IPA Convex 2025, PHR menegaskan kembali perannya sebagai perusahaan energi yang tidak hanya berfokus pada produksi migas, tetapi juga berkomitmen penuh terhadap inovasi teknologi, keberlanjutan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Ini adalah langkah nyata PHR dalam mendukung visi ketahanan energi nasional sekaligus memberikan nilai tambah bagi bangsa.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Kabar Lainnya

Kabar Lainnya