Kabar18.com

Rabu, 4 November 2026

PUPR Provinsi Jambi Segera Ambil Tindakan, JBC dan Jamtos Jangan Duduk Manis

Oleh

· 3 menit baca

Buka foto ukuran besar. Banjir yang melanda rumah warga. Kadis PUPR Provinsi Jambi, Ir M Fauzi,MT.( foto dok: kabar18.com)
Banjir yang melanda rumah warga. Kadis PUPR Provinsi Jambi, Ir M Fauzi,MT.( foto dok: kabar18.com)

JAMBI,KABAR18.COM-Keluhan 6 RT di Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura melalui surat yang disampaikan kepada Gubernur Jambi, Al Haris karena wilayah tempat tinggal mereka  terjadi banjir saat intensitas hujan tinggi direspon cepat oleh Pemerintah Provinsi Jambi. 

Selasa, 15 Agustus 2023, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) segera turun ke lapangan dan mengambil tindakan untuk mengatasi keluhan warga tersebut.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi, Ir Muhammad Fauzi, MT melalui Kepala Bidang SDA, Dinas PUPR Provinsi Jambi, Yazzer Arafat, ST,MT mengaku telah melakukan pengecekan ke lapangan. Ia melihat terjadinya banjir tersebut karena berkurangnya daerah resapan dan sidementasi bawaan tanah akibat pembangunan Jambi Bussines Center (JBC).


"Sungai atau drainase yang ada tidak bisa menampung besarnya debit air saat intensitas hujan tinggi karena sudah terjadi penyempitan dan kurangnya daerah resapan," jelas Yazzer Arafat yang dihubungi via ponsel kabar18.com, Minggu ( 13/8/2023) kemarin.

Menurut magister teknik Universitas Diponegoro (Undip), Semarang ini,karena sempitnya lokasi pihaknya tidak bisa menurunkan alat berat. Solusinya akan menurunkan petugas dengan sistem "gotong royong berbayar",   dimana mereka akan membersihkan anak sungai dan drainase dari sampah-sampah agar saluran air itu lancar.

Ia berharap dengan tindakan yang dilakukan tersebut akan mengurangi luasnya genangan air. Misalnya saat banjir luas 100 meter menjadi 50 meter setelah dibersihkan. Selanjutnya, tindakan itu akan mempercepat waktu surutnya air sehingga tidak tergenang lama. 


"Sebenarnya setiap terjadi banjir dan genangan air jangan selalu  pemerintah tapi prilaku warga harus berubah. Jangan    buang sampah sembarangan   ke anak sungai dan drainase," saran Yazzer.


Begitu juga jika ada pembangunan hotel, pusat perbelanjaan dan bangunan lainnya harus memikirkan efek dari pembangunan tersebut.

"Contoh di 6 RT di Simpang IV Sipin, pihaknya akan panggil Jambi Bussines Center (JBC) dan Jamtos. Mereka  jangan duduk manis tapi harus bekerjasama dengan pemerintah mengatasi keluhan masyarakat," ungkap Yazzer. 


Untuk diketahui, Enam RT di Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi  mengeluhkan di wilayah tempat tinggal mereka sering terjadi banjir saat intensitas hujan tinggi. Penyebabnya karena anak sungai atau drainasi mereka tidak bisa menampung air tersebut karena adanya penyempitan anak sungai karena berkurangnya daerah resapan akibat pembangunan Jambi Bussines Center (JBC) dan Keberadaan Jamtos selama ini .


Keluhan itu disampaikan oleh Ketua 

RT 08, RT 09, RT 10, RT 11, RT 02, dan RT 32 kepada Gubernur Jambi, Al Haris via surat yang disampaikan pada akhir Juli 2023. Dalam surat itu mereka mengajukan 

permohonan perbaikan pelebaran atau pengerikan sungai dan juga pembuatan retensi air/embung di daerah aliran saluran drainase.(***)

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pemerintahan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.