Gandeng Menaker Yassierli, IJTI Siapkan Jurnalis Mandiri dan Kompeten di Era Digital

Gandeng Menaker Yassierli, IJTI Siapkan Jurnalis Mandiri dan Kompeten di Era Digital

Reporter: Rel | Editor: Admin
Gandeng Menaker Yassierli, IJTI Siapkan Jurnalis Mandiri dan Kompeten di Era Digital
Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Herik Kurniawan audiensi dengan Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D. ( dok IJTI)

KABAR18.COM – Pengurus Pusat Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia ( IJTI) melakukan audiensi dengan Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., di kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta. 

Pertemuan ini melahirkan kesepakatan strategis untuk memperkuat ekosistem pers nasional di tengah tantangan disrupsi digital yang masif.

Baca Juga: Sarasehan Nasional 25 Tahun IJTI, Mahfud MD : Public Masih Percaya dg Televisi

Dalam pertemuan tersebut, IJTI dan Kemnaker menyepakati kolaborasi konkret untuk meningkatkan keahlian dan kompetensi jurnalis melalui penguasaan platform digital.

Kesepakatan ini menjadi angin segar, khususnya bagi para jurnalis yang menghadapi ketidakpastian industri.

Baca Juga: Koalisi Penyelamat Pilar Demokrasi di Jambi Demo Tolak RUU Penyiaran

Komitmen Menteri Yassierli: Upskilling dan Reskilling

Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Yassierli, menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan komitmen pemerintah dalam mendampingi transformasi tenaga kerja di sektor media.

Baca Juga: IJTI Pusat Desak Polri Usut Pelaku Kekerasan terhadap Jurnalis di Gorontalo

"Kami di Kemnaker melihat bahwa disrupsi digital adalah keniscayaan yang harus dihadapi dengan kesiapan kompetensi.

Kolaborasi dengan IJTI ini sangat strategis untuk melakukan upskilling dan reskilling secara berkelanjutan," ujar Prof. Yassierli dalam pertemuan tersebut.

Lebih lanjut, Guru Besar ITB tersebut menekankan perhatian khusus bagi jurnalis yang terdampak efisiensi perusahaan media.

"Bagi teman-teman jurnalis yang terkena layoff, kami siapkan pelatihan intensif berbasis platform digital.

Tujuannya bukan hanya agar mereka bisa kembali bekerja, tetapi agar mereka memiliki kapasitas baru untuk menjadi mediapreneur yang mandiri dan berdaya saing," tegas Menaker Yassierli.

Menuju Jurnalis Mandiri

Senada dengan Menaker, Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, menyatakan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan jurnalis yang adaptif dan tidak bergantung pada pola kerja konvensional semata.

"Targetnya adalah peningkatan kapasitas. Kami ingin rekan-rekan jurnalis bisa menjadi pribadi yang mandiri di era digital. Dengan bekal kompetensi baru ini, jurnalis tidak hanya bertahan, tetapi mampu menciptakan peluangnya sendiri," kata Herik Kurniawan.

Melalui sinergi antara IJTI dan Kemnaker ini, diharapkan lahir jurnalis-jurnalis Indonesia yang tidak hanya profesional dalam etika jurnalistik, tetapi juga mumpuni dalam pemanfaatan teknologi digital demi keberlangsungan karir mereka di masa depan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Kabar Lainnya

Kabar Lainnya