Gunung Kerinci Erupsi, Petani Tetap ke Kebun

| Editor: Doddi Irawan
Gunung Kerinci Erupsi, Petani Tetap ke Kebun
Gunung Kerinci erupsi

KERINCI, KABAR18.COM - Beberapa hari terakhir Gunung Api Kerinci, di Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, mengalami erupsi.

Puncak gunung tertinggi di Pulau Sumatera itu mengeluarkan abu vulkanik cukup tebal berwarna hitam kecoklatan, dengan ketinggian 500 hingga 700 meter.

Gunung setinggi 3.805 meter di atas permukaan laut ini sekarang berada pada level 2 atau waspada. Jalur pendakian ke puncak gunung untuk sementara ditutup.

Para pendaki saat ini dilarang naik ke puncak Gunung Kerinci sampai kondisi kembali normal. Sementara petugas Pemantau Gunung Api Kerinci terus memantau.

Walaupun Gunung Kerinci mengeluarkan abu, namun belum mengganggu aktivitas petani yang bermukim di kaki gunung.

Para petani menganggap kejadian seperti ini sudah biasa. Gunung Kerinci mengeluarkan abu bukan sekali ini terjadi. Namun begitu petani tetap waspada.

“Sudah sering terjadi. Tahun ini memang baru sekali ini. Kami sudah biasa melihat seperti ini,” kata Wendi Saputra, petani di kaki Gunung Kerinci, Kamis 20 Oktober 2022.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kerinci menghimbau warga di kaki gunung agar selalu waspada.

Warga diminta tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif di puncak gunung, demi menjaga keamanan dan mengurangi resiko.

Selain itu, jalur penerbangan di sekitar Gunung Kerinci juga disarankan dihindari. Dikhawatirkan terjadi letusan abu vulkanik saat pesawat melintas.

Camat Kayu Aro, Edi Ruslan menyebutkan, erupsi mulai terjadi sejak tanggal 16 Oktober 2022. Namun hingga tiga hari berselang kepulan asapnya semakin tebal.

“Saya menghimbau warga yang bermukim di kaki Gunung Kerinci agar mematuhi himbauan-himbauan pemerintah,” ujarnya.

Hingga sore tadi Gunung Kerinci masih mengeluarkan asap. Namun asap yang keluar berwarna abu-abu, tidak hitam kecoklatan. | DOD

Baca Juga: Jalur Pendakian Gunung Kerinci Masih Ditutup

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Kabar Lainnya

Kabar Lainnya