Kondisi Udara Kota Jambi dan Muaro Jambi Memburuk, ISPU di atas 100, Status Tidak Sehat

Kondisi Udara Kota Jambi dan Muaro Jambi Memburuk, ISPU di atas 100, Status Tidak Sehat

Reporter: Tim | Editor: Admin
Kondisi Udara Kota Jambi dan Muaro Jambi Memburuk, ISPU di atas 100, Status Tidak Sehat
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi, Arief Munandar || ARD

KABAR18.COM - Kebakaran lahan yang terjadi di berbagai wilayah di Muaro Jambi, khususnya di kecamatan Kumpeh dan Gambut Jaya berdampak pada memburuknya kondisi udara selama dua Minggu terakhir. Kondisi itu terlihat dari angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang meningkat.

Pada Minggu lalu, Muaro Jambi memasuki kondisi udara sangat tidak sehat (ISPU lebih dari 200), namun Kota Jambi masih kondisi sedang (ISPU kurang dari 100).

Baca Juga: Kualitas Udara  Menurun,Pelindo Jambi Bagi-bagi Masker Gratis

Pada beberapa hari terakhir, bau asap telah mencapai Kota Jambi. Terpantau alat Air Quality Monitoring System (AQMS) pada Senin 24 Agustus 2026 sekitar pukul 05.00 WIB menunjukkan angka 202, atau SANGAT TIDAK SEHAT. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi, Drs. Arief Munandar, M.Sos menyatakan, saat ini kondisi udara di sejumlah wilayah masih aman. Namun ia mengakui di Kabupaten Muaro Jambi dan Kota Jambi kondisi udara sempat memburuk dalam 2 hari terakhir.

Baca Juga: Sekitar 50 Hektare Hutan dan Lahan di Desa Sungai Gelam Terbakar, Kapolda : Tindakan dengan Pemadaman dan Penegakan Hukum. Penyidikan Dimulai.

Arif menyebutkan, DLH Provinsi Jambi terus memantau perkembangan udara di sejumlah wilayah. Saat ini pihaknya memiliki 4 alat pemantau kondisi udara yang tersebar di Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, Tebo dan Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).

Menurut Arif, dari hasil pemantauan pihaknya untuk wilayah Kabupaten Tebo saat ini kondisi udara masih tergolong sehat. Sementara di Kota Jambi, Muaro Jambi dan Tanjabtim kondisinya berubah-ubah.

Baca Juga: Kapolda Jambi Pastikan Penanganan Karhutla di Sungai Gelam Terus Dilakukan, Sinergi TNI-Polri dan BPBD Diperkuat

Untuk mengantisipasi dampak asap yang terjadi ke depannya, Arif menyebut bahwa tadi malam ia sudah melaporkan kondisi udara kepada Gubernur Jambi, Al Haris. Mereka menggelar rapat dengan agenda menentukan langkah-langkah yang akan diambil jika kondisi udara semakin memburuk.

“Tadi malam saya dan beberapa kepala dinas dan kepala biro terkait rapat dengan Gubernur. Ada beberapa hal penting yang dibahas untuk mengantisipasi jika kondisi udara kian memburul,” ungkapnya, Senin (24/8/2026).

Arif memastikan alat pemantau kondisi udara milik DLH Provinsi Jambi saat ini dalam kondisi baik dan berfungsi normal. DLH Provinsi Jambi juga akan terus memantau perkembanganya, dan melakukan pembinaan terhadap masyarakat yang bermukin di daerah-daerah gambut.

Selain itu DLH Provinsi Jambi juga terus mengimbau pihak perusahaan yang beroperasi di lahan gambut agar selalu memeriksa peralatan pemadaman api serta SDM-nya.

“Kami terus mengimbau pihak perusahaan agar terus mencegah timbulnya titik api, dan meminta mereka segera mengambil tindakan jika menemukan titik api di wilayah perusahaannya,” ujar Arif.

Sementara itu, mengutip data dari bmkg.go.id, dua daerah di Provinsi Jambi, yakni Muaro Jambi dan Kota Jambi berada di urutan 2 dan 3 wilayah dengan konsentrasi PM2.5 tertinggi di Indonesia, setelah Pekanbaru, Riau.

Maraknya kebakaran yang terjadi disebabkan oleh kelalaian masyarakat dalam mengelola lahan. Pada kondisi Elnino Godzilla saat ini, sedikit pemicu bisa menyebabkan api meluas, misalnya membakar sampah di halaman/kebun atau membuang puntung rokok sembarangan-.

Berdasarkan informasi dari BMKG, puncak musim kering tahun ini diperkirakan akan berlangsung sampai pertengahan Oktober 2026, bahkan bisa mencapai bulan November 2026.****

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Kabar Lainnya

Kabar Lainnya