Sihir Shin Tae Yong Lawan Dukun Guinea dan Cerita Perdukunan Dalam Sepak Bola.?

Sihir Shin Tae Yong Lawan Dukun Guinea dan Cerita Perdukunan Dalam Sepak Bola ...?

Reporter: PM | Editor: Admin
Sihir Shin Tae Yong Lawan Dukun Guinea dan Cerita Perdukunan Dalam Sepak Bola.?
Pelatih Guinea, Kaba Diawara, ilustrasi dukun sepak bola di Afrika, pelatih Indonesia Shin Tae Yong || Dokwiki

Catatan Mursyid Sonsang, wartawan senior dan pemerhati sepak bola

Timnas U23 Indonesia akan bertarung dengan Quinea untuk memperebutkan satu tiket  Olimpiade di Paris, Agustus 2024 mendatang.

Baca Juga: Eforia Rajikan STY Dipatahkan Usbekistan, Garuda Muda Tumbang di Tangan Wasit Dari China itu..?

Pertarungan hidup mati itu akan digelar di Clairefontaine, Prancis, Kamis (9/5). Infonya pertandingan tersebut tanpa penonton. Tentunya sedikit merugikan Indonesia. Karena bagi Garuda Muda dukungan penonton ibarat tambahan vitamin.

Perkembangan terakhir  Garuda Muda juga diuntungkan dengan bisa tampilnya Elkan Baggott. Setelah sembuh dari cidera dan selesainya pertandingan klubnya di liga Inggris.

Baca Juga: Dimana Letak Negara Guinea itu, Negara yang bakal Meloloskan Indonesia Dari Cabang Sepak Bola ke Olimpiade Paris, Jika Indonesia Menang Bro....?

Kabar gembira lain Klub Elkan Bagott Ipswich Town 
dipastikan lolos ke divisi satu liga Inggris. Pada laga terakhir yang digelar di Stadion Portman Road, Sabtu (4/5/2024) malam WIB, Ipswich menang 2-0 atas Huddersfield.

Sihir STY

Baca Juga: Indonesia Akan Tumbang Dengan Irak, Peluang Lolos Olimpiade Tipis. Lawan Berikutnya Guinea, Bukan Tim Kaleng kalengan..????

Kita kembali ke Timnas U23 yang sudah berangkat ke Paris untuk melokani pertandingan melawan Quinea. Shin Tae Yong ( STY) harus mengeluarkan "Sihirnya" dalam menyusun formasi. Apalagi Justin Hubner dan Elkan Bagoot bisa dimainkan.

Kedua pemain naturalisasi ini bisa dipasangkan dengan Alfeandra Dewangga, pemain belakang PSIS Semarang atau dengan Muhammad Ferarri atau Komang Teguh Trisnanda.

Dengan mainnya Elkan Baggott dan Justin Hubner secercah harapan semakin solid pertahanan Indonesia. Ditambah makin percaya diri Ernando Ari di bawah mistar gawang.

Jika STY menggunakan formasi 3-4-3, Nathan akan berdampingan dengan Ivar Jenner, diapit dua bek sayap Muhammad Fajar Faturrahman di kanan dan Pratama Arhan di sebelah kiri.

Barisan penyerang Rafael Struick sebagai target man, agar pemain belakang Quinea menempelnya satu atau dua pemain. Kekosongan ini harus di manfaatkan Witan Sulaeman dan Marselino Ferdinand.

STY harus mewanti wanti Marselino, agar bermain tim dan tidak egois. Saat melawan Irak, jelas sekali Marselino memaksakan diri menciptakan gol, padahal peluang sangat kecil. Seharusnya bola di oper ke pemain lain yang memiliki ruang tembak yang mantap.

Sementara Timnas U23 Guinea datang ke Paris dengan kepala tegak. Mereka yakin bisa menumbangkan Indonesia. Beberapa pemain yang juga bermain di senior di panggil, seperti Ilaix Moriba, Saidou Sow dan Aguibou Camara.

Pelatih Guinea Kaba Diawara sudah menyiapkan  27 pemain. Sekitar 20 pemainnya merumput di liga liga negara Eropah. Dengan stok pemain ini, prestasi sepak bola Guinea sedang "naik daun". Dalam gelaran Piala Afrika U 23 tahun 2023 lalu, Guinea menduduki rangking ke 4. Dalam perebutan tempat ketiga kalah adu finalti melawan Mali.

Sedangkan Timnas senior Guinea lolos ke perempat final Piala Afrika tahun 2024 dengan menahan Kamerun dan menumbangkan Gambia hingga Equatorial Guinea.

Guinea memiliki luas 246.000 kilometer persegi. Jumlah penduduk Guinea sekitar 13 juta jiwa. Sekitar 85% penduduknya beragama Islam dan 8% Kristen, dengan 7% menganut kepercayaan agama pribumi.

Negara yang terletak di Afrika Barat ini memiliki tradisi sepak bola yang kuat seperti tetangganya Liberia, dan Pantai Gading serta Sierra Leone. Karena olahraga yang paling populer adalah sepak bola. Dengan sepak bola mereka bisa merubah nasib. Khususnya pemain berbakat yang merumput di Eropah terutama di negara penjajah mereka dulu Perancis.

Perdukunan di Sepak Bola Afrika.

Praktek perdukunan dalam dunia sepakbola terutama di Afrika, Amerika latin dan Asia bahkan di Eropah sudah menjadi rahasia umum. Sering sekali kita melihat ulah penonton dengan berbagai ritual, begitu juga para pemainnya.

Kita masih ingat tayangan televisi Piala Afrika 2015, tim nasional Guinea Equatorial, yang menjadi tuan rumah. Kononnya memanfaatkan dukun setiap pertandingan negara itu. Tim ini lolos ke babak perempat final.

Entah memang ampuh atau sekadar kebetulan, faktanya, tuan rumah tak terkalahkan di babak grup dan memenangi laga di perempat final. Semuanya digelar di Stadion Bata.

Saat semifinal Guinea Equatorial bertemu Ghana. Pertandingan tidak dilakukan di stadion Bata tapi dipindahkan ke stadion lain. Guinea dengan mudah dikalahkan Ghana 3 - 0. Mungkin perpindahan stadion membuat jampi jampi sang dukun tidak Mangkus.

Guinea ini bukan lawan Indonesia pada babak playoff tanggal 9 Mei 2024 mendatang. Di Afrika Barat ada tiga negara yang namanya Guinea : Guinea Equatorial/khatulistiwa, Guinea Bissau dan Guinea. Ketiga negara itu sama sama jajahan Portugis.****

 

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Kabar Lainnya

Kabar Lainnya