Kabar18.com

Selasa, 27 Oktober 2026

Silaturahmi ke Yayasan Depati Setio, Maulana-Diza Janji Anggarkan untuk Pengembangan Adat dan Budaya Kota Jambi

Maulana - Diza foto bersama ibu-ibu pengurus Yayasan Depati Setio, di RT 16, Beliung, Kota Jambi, Senin (14/7/2024)

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Maulana - Diza foto bersama ibu-ibu pengurus Yayasan Depati Setio, di RT 16, Beliung, Kota Jambi, Senin (14/7/2024)
Maulana - Diza foto bersama ibu-ibu pengurus Yayasan Depati Setio, di RT 16, Beliung, Kota Jambi, Senin (14/7/2024)

KABAR18.COM-Pasangan Calon Walikota Jambi dan Wakil Walikota Jambi, Dr.dr. H Maulana, MKM dan Diza Aljosha Hazrin, SE,MA melakukan silaturahmi ke Yayasan Depati Setio di RT 16, Kelurahan Beliung, Kecamatan Alam Barajo, Senin (15/7/2024).  Kedatangan Maulana-Diza disambut langsung ketua Yayasan Depati Setio, Datuk Azrai’i Albasaru bersama ratusan undangan.

Yayasan Depati Setio adalah lembaga yang bergerak dibidang pendidikan, pembangunan tempat ibadah dan pengembangan adat dan budaya Jambi. Melalui yayasan ini telah banyak lahir tokoh adat yang sudah berkiprah di tengah masyarakat. 

“Saya melihat dari semua aspek kehidupan semua tokoh adat itu sangat berperan. Mulai dari sedekahkan, seserahan pengantin, kegiatan keagamaan hingga penyelesaian sengketa ditengah-tengah masyarakat,” kata Maulana didampingi Diza Aljosha Hazrin saat diminta menyampaikan visi dan misinya sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota Jambi 2024-2029.

Namun, Maulana sangat menyesalkan saat kepemimpinannya menjadi Wakil Walikota Jambi anggaran untuk Lembaga Adat Jambi dinolkan. “Saya sudah berjuang untuk itu, tapi semua keputusan ado kepado nan gedang,” tegasnya.

Dihadapan pengurus Yayasan Depati Setio Jambi, Maulana-Diza berjanji jika dirinya diberikan amanah untuk menjadi pemimpin Kota Jambi, ia akan menggarkan dana untuk pengembangan adat dan budaya di Kota Jambi. 

“Kita ingin  adat dan budaya Jambi terus tumbuh subur dan memberikan perhatian khusus kepada pengembangan adat istiadat Kota Jambi. Salah satunya program Restoratif Justice, dimana setiap perkara pidana ringan ditengah-tengah masyarajat cukup diselesaikan oleh tokoh adat tidak perlu melalui Alat Penegak Hukum. Penjara sudah penuh cukup  lembaga adat berperan bagaiman mendamaikan melalui proses adat. 

Kita komitmen pengembangan adat menjadi prioritas dalam program kami kedepan,” tegas Maulana.

Hal yang sama juga disampaikan Diza Aljosha Hazrin, lulusan S2 London ini, menyampaikan program menarik untuk pengembangan adat dan budaya di Kota Jambi. “Saya mewakili anak muda ingin mengembangkan pendidikan adat Jambi berbasis digital melalui semua aplikasi,” kata Diza.

Lulusan S1 Binus Jakarta ini, menambahkan, untuk merealisasikan program ini, pihaknya telah melakukan pendataan dan setelah aplikasi itu selesai akan melakukan sosialisasi ke sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam kegiatan ekstrakurikuler.

“Nanti kita datang tokoh adat untuk mendatangkan sekolah-sekolah biar bisa melestarikan adat dan budaya Jambi agar jangan hilang,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Yayasan Depati Setio, Datuk Azrai’i Albasaru menyambut baik program yang disampaikan pasangan Maulana-Diza. Menurutnya, pemikiran itu sangat sejalan dengan pemikiran tokoh adat di Kota Jambi. “Melalui aplikasi itu akan memudahkan kalangan Melenial untuk mengenal adat dan budaya Jambi,” imbuhnya. (***)

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Paling ramai di Politik

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.