KABAR18.COM – Pemerintah Kota Jambi mempertegas langkahnya dalam membenahi sektor layanan air bersih. Wali Kota Jambi, Maulana, didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, melakukan kunjungan kerja perdana ke Kantor Pusat Perumda Tirta Mayang pasca pelantikan direksi baru periode 2026-2031, Kamis (26/3/2026).
Dalam pertemuan strategis tersebut, Maulana memberikan instruksi tajam terkait perubahan budaya kerja di lingkungan perusahaan daerah tersebut. Ia menekankan agar jajaran teknis di lapangan tidak lagi bekerja secara reaktif.
Baca Juga: Pemkot Jambi Tambah Armada Sampah, Antisipasi Banjir dan Kebersihan Kota
Budaya Kerja Tanggap dan Tanpa Menunggu Viral
Wali Kota Maulana menyoroti pentingnya kecepatan merespons aduan pelanggan. Menurutnya, indikator keberhasilan pelayanan publik saat ini diukur dari seberapa cepat masalah teknis diatasi sebelum menjadi konsumsi publik di media sosial.
Baca Juga: Wali Kota Jambi Siapkan Tim Terpadu, Urai "Benang Kusut" Sengketa Lahan Kenali Asam
"Fokus kita adalah respon terhadap pengaduan masyarakat. Segera tindak lanjuti, jangan menunggu viral baru bergerak. Ini harus menjadi budaya kerja baru yang cepat dan tanggap," tegas Maulana di hadapan Dewan Direksi.
Garap Potensi Pasar dan Tekan Angka Kebocoran
Baca Juga: Pemkot Jambi Pastikan Kebutuhan Balita Penderita Leukemia Ditanggung Pemerintah
Selain masalah pelayanan, Maulana juga membedah potensi bisnis Tirta Mayang yang masih sangat luas. Dari estimasi 250 ribu unit rumah di Kota Jambi, saat ini baru sekitar 107 ribu yang terlayani. Ia mendorong direksi untuk lebih agresif membidik sektor usaha seperti hotel, mal, dan restoran.
Namun, ekspansi ini dibayangi oleh tantangan besar, yakni tingkat kebocoran air yang masih mencapai 35 persen. Angka ini dinilai sangat merugikan bagi kesehatan finansial perusahaan.
"Kehilangan air 35 persen itu artinya kehilangan pendapatan. Kita harus berkolaborasi dengan pihak ketiga dan menggunakan teknologi untuk menekan angka ini," tambahnya.
Digitalisasi dan Rehabilitasi Infrastruktur
Senada dengan Wali Kota, Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha menekankan pentingnya perawatan infrastruktur secara preventif. Ia meminta rehabilitasi pipa tua dilakukan secara rutin agar tidak terjadi kerusakan parah yang merugikan pelanggan.
Diza juga mendorong percepatan digitalisasi sistem pemantauan distribusi air. Langkah ini dianggap sebagai solusi untuk memetakan perbedaan tekanan air yang sering dikeluhkan oleh warga di wilayah-wilayah tertentu.
Komitmen Direksi Baru
Menanggapi arahan tersebut, Direktur Utama Perumda Tirta Mayang, Arianto, menyatakan kesiapannya untuk menjalankan peta jalan (road map) strategis perusahaan. Saat ini, pihaknya tengah melakukan audit infrastruktur menyeluruh dan mengkaji penggunaan leak detection system untuk mendeteksi kebocoran sejak dini.
"Instruksi Bapak Wali Kota sangat jelas, tidak ada toleransi untuk kelambanan. Kami berkomitmen memberikan tekanan air yang stabil dan kualitas yang sesuai standar kesehatan bagi seluruh pelanggan," tutup Arianto.
Poin-Poin Utama Berita:
Aksi Nyata: Perubahan budaya kerja dari reaktif menjadi proaktif (respons cepat sebelum viral).
Efisiensi: Target menekan angka kebocoran air yang masih di angka 35%.
Ekspansi: Membidik potensi 143 ribu pelanggan baru, termasuk sektor komersial (Hotel & Mal).
Teknologi: Penerapan digitalisasi untuk memantau distribusi dan tekanan air secara real-time.**
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS