10 Persen Hak di Empat PSC Kutai Diambil Alih MedcoEnergi
Republika memperbarui laporan tentang kesepakatan MedcoEnergi membeli 10 persen hak non-operator di empat PSC Cekungan Kutai dari Eni. Transaksi menunggu persetujuan Pemerintah Indonesia.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Pada 14 Oktober 2026, Republika memperbarui laporan tentang kesepakatan PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) mengakuisisi hak partisipasi non-operator sebesar 10 persen di empat Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC) minyak dan gas bumi di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, dari perusahaan energi asal Italia, Eni S.p.A.
Kesepakatan tersebut mencakup PSC Muara Bakau, Ganal, West Ganal, dan East Ganal. MedcoEnergi menyatakan aset-aset itu meliputi kegiatan produksi, pengembangan, dan eksplorasi gas. Keempat PSC dioperasikan Searah, perusahaan patungan yang baru dibentuk antara Eni dan PETRONAS.
CEO MedcoEnergi Ronald Gunawan menyebut transaksi ini memperkuat portofolio bisnis hulu minyak dan gas bumi di Indonesia. Kesepakatan itu juga memperluas keterlibatan perusahaan dalam rantai pasokan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) yang telah didukung infrastruktur dan operasi.
Akuisisi memperluas pijakan MedcoEnergi di Cekungan Kutai
Bagi pembaca, transaksi ini menambah kepemilikan MedcoEnergi pada kawasan gas produktif di Kalimantan Timur. Aset yang masuk dalam kesepakatan mencakup penemuan gas berskala besar Geliga yang baru diumumkan, selain peluang pengembangan dan eksplorasi. Perusahaan juga menyatakan partisipasi tersebut membuka peluang untuk mengembangkan potensi eksplorasi di Cekungan Kutai.
MedcoEnergi menyatakan transaksi belum langsung efektif setelah penandatanganan kesepakatan. Akuisisi akan berlaku setelah seluruh persyaratan yang berlaku terpenuhi, termasuk diperolehnya persetujuan dari Pemerintah Indonesia.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
ISPU Kaltim Catat Udara Tidak Sehat di Tiga Kawasan
Pemantauan ISPU pada Senin pagi mencatat empat stasiun di kawasan IKN, Samarinda, dan Kutai Barat dalam kategori tidak sehat. PM2,5 menjadi parameter…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga




