Kabar18.com

Senin, 5 Oktober 2026

17 Desa di Majalengka Mengalami Krisis Air Bersih

Sebanyak 17 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Majalengka mengalami krisis air bersih selama kemarau panjang. BPBD masih menyalurkan bantuan, sementara kasus kebakaran hutan dan lahan meningkat.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tampilan jarak dekat permukaan tanah yang kering dan retak-retak akibat kekeringan.
Ilustrasi: Tampilan jarak dekat permukaan tanah yang kering dan retak-retak akibat kekeringan. · Foto: Alfo Medeiros / Pexels

Majalengka — Sebanyak 17 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Majalengka mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang hingga 4 Oktober 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Majalengka masih menyalurkan bantuan air ke desa-desa terdampak.

Mengapa ini penting: Warga di 17 desa menghadapi keterbatasan air bersih dan menerima distribusi bantuan selama status siaga darurat kekeringan dan karhutla hingga 31 Oktober 2026.

Menurut laporan Republika pada 4 Oktober 2026, warga di wilayah tersebut bergantung pada pasokan air bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. BPBD mencatat desa-desa terdampak tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Majalengka.

Desa yang disebut terdampak antara lain Bantrangsana, Baribis, Bongas Kulon, Cibodas, Cijati, Cipaku, Cisambeng, Girimukti, Heuleut, Leuwimunding, Liangjulang, Lojikobong, Munjul, Palasah, Sukajadi, Sumberjaya, dan Surawangi.

Krisis air bersih juga telah mendorong penyaluran bantuan di beberapa desa. RRI melaporkan BPBD menyalurkan air bersih ke warga Blok Kamuning, Desa Sumberjaya, pada 16 September 2026 untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kemarau.

Selain kekeringan, BPBD Kabupaten Majalengka mencatat peningkatan kebakaran hutan dan lahan. Sebanyak 28 kejadian karhutla dilaporkan terjadi sepanjang September 2026, naik dari 23 kejadian pada Agustus.

Pemerintah Kabupaten Majalengka sebelumnya menetapkan status siaga darurat kekeringan dan karhutla selama 2 Juni hingga 31 Oktober 2026. Status itu mencakup antisipasi terhadap dampak kekeringan pada ketersediaan air bersih dan sektor pertanian.

Desa terdampak

  • Bantrangsana, Baribis, Bongas Kulon, Cibodas, dan Cijati.
  • Cipaku, Cisambeng, Girimukti, Heuleut, dan Leuwimunding.
  • Liangjulang, Lojikobong, Munjul, Palasah, Sukajadi, Sumberjaya, dan Surawangi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Daerah

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.