17 Desa di Majalengka Mengalami Krisis Air Bersih
Sebanyak 17 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Majalengka mengalami krisis air bersih selama kemarau panjang. BPBD masih menyalurkan bantuan, sementara kasus kebakaran hutan dan lahan meningkat.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Majalengka — Sebanyak 17 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Majalengka mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang hingga 4 Oktober 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Majalengka masih menyalurkan bantuan air ke desa-desa terdampak.
Mengapa ini penting: Warga di 17 desa menghadapi keterbatasan air bersih dan menerima distribusi bantuan selama status siaga darurat kekeringan dan karhutla hingga 31 Oktober 2026.
Menurut laporan Republika pada 4 Oktober 2026, warga di wilayah tersebut bergantung pada pasokan air bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. BPBD mencatat desa-desa terdampak tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Majalengka.
Desa yang disebut terdampak antara lain Bantrangsana, Baribis, Bongas Kulon, Cibodas, Cijati, Cipaku, Cisambeng, Girimukti, Heuleut, Leuwimunding, Liangjulang, Lojikobong, Munjul, Palasah, Sukajadi, Sumberjaya, dan Surawangi.
Krisis air bersih juga telah mendorong penyaluran bantuan di beberapa desa. RRI melaporkan BPBD menyalurkan air bersih ke warga Blok Kamuning, Desa Sumberjaya, pada 16 September 2026 untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kemarau.
Selain kekeringan, BPBD Kabupaten Majalengka mencatat peningkatan kebakaran hutan dan lahan. Sebanyak 28 kejadian karhutla dilaporkan terjadi sepanjang September 2026, naik dari 23 kejadian pada Agustus.
Pemerintah Kabupaten Majalengka sebelumnya menetapkan status siaga darurat kekeringan dan karhutla selama 2 Juni hingga 31 Oktober 2026. Status itu mencakup antisipasi terhadap dampak kekeringan pada ketersediaan air bersih dan sektor pertanian.
Desa terdampak
- Bantrangsana, Baribis, Bongas Kulon, Cibodas, dan Cijati.
- Cipaku, Cisambeng, Girimukti, Heuleut, dan Leuwimunding.
- Liangjulang, Lojikobong, Munjul, Palasah, Sukajadi, Sumberjaya, dan Surawangi.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
KLH Telusuri 57 Badan Usaha Terkait Kebakaran Hutan dan Lahan
Kementerian Lingkungan Hidup menindaklanjuti pengawasan terhadap 57 badan usaha dengan area terbakar 34.636 hektare. Hingga akhir September, 68 perusa…
Terbaru di Daerah

Baca juga



