Kabar18.com

Jumat, 16 Oktober 2026

2.174 Personel TNI dan ADF Latihan Gabungan di Situbondo

Sebanyak 2.174 personel TNI dan ADF mengikuti Latgabma Keris Woomera 2026 di Pantai Banongan, Situbondo, pada 15 Oktober. Latihan berlangsung 10–20 Oktober 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sebuah helikopter militer terbang rendah di atas perairan dengan latar belakang daratan.
Ilustrasi: Sebuah helikopter militer terbang rendah di atas perairan dengan latar belakang daratan. · Foto: Veronika Andrews / Pexels

Situbondo — Sebanyak 2.174 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Australian Defence Force (ADF) mengikuti Latihan Gabungan Bersama Keris Woomera 2026 di Pantai Banongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Kamis (15/10/2026). Latihan berlangsung pada 10–20 Oktober 2026.

Latihan tersebut melibatkan unsur darat, laut, dan udara dari kedua negara. Salah satu rangkaiannya ialah operasi pendaratan amfibi yang dilaksanakan di Pantai Banongan, Desa Wringinanom, dengan dukungan kapal perang dan pesawat.

Dalam skenario latihan, unsur TNI dan ADF menjalankan penyusupan, pengintaian, pembersihan pantai, serta pendaratan pasukan. Kegiatan itu melibatkan KRI Sultan Iskandar Muda-367 dan kapal Australia HMAS Choules, HMAS Stalwart, serta HMAS Perth.

Dukungan udara mencakup dua pesawat Super Tucano EMB-314 milik TNI Angkatan Udara dan tiga pesawat PC-21 milik Royal Australian Air Force. Pasukan juga melakukan pendaratan dalam beberapa gelombang menggunakan perahu karet, kapal pendarat, dan ponton pengangkut kendaraan.

Latihan memperkuat koordinasi pertahanan Indonesia-Australia

Latgabma Keris Woomera 2026 menjadi sarana bagi TNI dan ADF untuk meningkatkan kemampuan operasi gabungan, menyelaraskan prosedur taktis, serta memperkuat koordinasi unsur laut, darat, dan udara. Kerja sama itu berkaitan dengan kemitraan strategis dan diplomasi pertahanan kedua negara.

Latihan ini merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap dua tahun sekali. Pelaksanaan di Situbondo menjadi rangkaian latihan bersama yang menggunakan alutsista matra darat, laut, dan udara dari Indonesia serta Australia.

Demonstrasi pendaratan amfibi pada 15 Oktober 2026 memperlihatkan tahapan operasi dari penyusupan dan pengintaian hingga perebutan sasaran serta konsolidasi pasukan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pertahanan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.