310 Keluarga Mengungsi akibat Banjir di Langkat
Banjir melanda Langkat dan Binjai pada 12 Oktober 2026. Sebanyak 310 kepala keluarga mengungsi di Langkat, sementara 1.222 kepala keluarga terdampak di Binjai.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Langkat — Banjir melanda Kabupaten Langkat dan Kota Binjai, Sumatera Utara, pada Senin, 12 Oktober 2026, setelah hujan berintensitas cukup tinggi. Di Langkat, sebanyak 310 kepala keluarga mengungsi, sedangkan banjir di Kota Binjai berdampak pada warga di Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur.
Di Kabupaten Langkat, banjir terjadi di Desa Sekoci, Desa Arasnapal, dan Kelurahan Kampung Lama, Kecamatan Besitang. Ketinggian air di Desa Sekoci mencapai 100–150 sentimeter. Banjir juga melanda Kecamatan Padang Tualang, tempat sebagian keluarga terdampak mengungsi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langkat, Muhammad Ansyari, menyebut 310 kepala keluarga mengungsi akibat banjir. Mereka tersebar di Kecamatan Besitang dan Kecamatan Padang Tualang. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.
Di Binjai, banjir terjadi di Kelurahan Mencirim. Data sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Binjai mencatat 1.222 kepala keluarga atau 4.554 jiwa terdampak di lima kelurahan pada dua kecamatan. Sebagian warga berpindah sementara ke rumah keluarga, bukan ke lokasi pengungsian resmi.
Banjir Menguji Kesiapan Penanganan Daerah
Banjir di Langkat dan Binjai penting bagi pembaca karena menyangkut keselamatan warga, akses tempat tinggal, dan kesiapan pemerintah daerah menghadapi hujan berintensitas tinggi. Informasi mengenai jumlah pengungsi dan wilayah terdampak membantu keluarga menentukan langkah keselamatan serta memantau kebutuhan bantuan.
BPBD Sumatera Utara mencatat tidak ada korban meninggal dunia akibat banjir di Langkat. Di Desa Sekoci, air menjadi yang paling tinggi dibandingkan lokasi lain yang disebutkan dalam laporan, sementara wilayah Binjai mengalami genangan dengan ketinggian yang bervariasi. Kondisi di Binjai dilaporkan mulai membaik seiring menurunnya debit air dan aktivitas masyarakat kembali normal.
Penanganan dan pendataan dilakukan oleh BPBD di masing-masing daerah. Tim BPBD juga bersiaga untuk melakukan evakuasi apabila diperlukan. Perkembangan berikutnya bergantung pada kondisi genangan, pendataan dampak, serta kebutuhan warga di lokasi terdampak.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Daerah
Banjir dan Longsor Melanda Tiga Desa di Aceh Tenggara
Hujan deras pada 9 Oktober 2026 memicu banjir di tiga desa Aceh Tenggara dan longsor di jalan nasional Kutacane–Blangkejeren. Tanggul jebol, intake ai…
Terbaru di Daerah

Berita utama hari ini

Baca juga





