Abrasi Pantai Kuta Mencapai 1,9 Meter per Tahun
Abrasi di Pantai Kuta mencapai sekitar 1,9 meter per tahun dan merusak fasilitas publik. Megawati Soekarnoputri mendorong penanganan terpadu melalui pemerintah, BRIN, akademisi, dan pemerintah daerah.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Pantai Kuta — Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional, Megawati Soekarnoputri, meninjau kondisi abrasi di Pantai Kuta pada 11 Oktober 2026.
Mengapa ini penting: Kerusakan fasilitas publik dan penyempitan area pasir berdampak pada wisatawan, pedagang, serta aktivitas pariwisata di Pantai Kuta.
Megawati didampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta. Ia mendorong penanganan abrasi melalui kerja sama kementerian, lembaga riset, akademisi, dan pemerintah daerah.
Menurut Tribun Bali dan Bali Post, kemunduran garis pantai di kawasan itu diperkirakan mencapai 1,9 meter per tahun. Hamparan pasir untuk wisatawan semakin menyempit, sedangkan gelombang laut merusak sejumlah fasilitas, termasuk jalur pejalan kaki, tembok pembatas pantai, dan area aktivitas pedagang.
Bali Post melaporkan pemerintah telah menyiapkan pembangunan infrastruktur pengaman pantai, termasuk pemecah gelombang di bagian selatan Pantai Kuta melalui Balai Wilayah Sungai bersama pemerintah daerah. Pemerintah juga mengusulkan kajian bersama BRIN mengenai dinamika iklim, kenaikan muka air laut, dan perubahan pola gelombang.
Dalam peninjauan itu, Megawati menegaskan penanganan infrastruktur mitigasi abrasi tidak boleh dilakukan secara parsial. Proyek pedestrian dan restorasi pantai yang berjalan di koridor Kuta-Legian-Seminyak disebut diarahkan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan.
Data abrasi Bali
Data teknis Kementerian Pekerjaan Umum yang dipaparkan dalam peninjauan tersebut mencatat sekitar 215 kilometer dari total 633 kilometer garis pantai Bali mengalami abrasi. Bali Post melaporkan pemerintah telah menginvestasikan Rp1,2 triliun pada 2007-2025 untuk menangani sekitar 130 kilometer pantai.
Untuk menangani sisa 85 kilometer pantai yang masih kritis, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp4 triliun. Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk melanjutkan penanganan pesisir dan memperkuat kajian ilmiah.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Investasi Pariwisata 2025 Naik 56 Persen, Masih Terpusat di Bali dan Jakarta
Kementerian Pariwisata mencatat investasi pariwisata 2025 mencapai Rp73,56 triliun, naik 56,05 persen. Pemerintah mendorong pemerataan modal ke destin…
Terbaru di Pariwisata

Berita utama hari ini

Baca juga





