Kabar18.com

Selasa, 13 Oktober 2026

Abrasi Pantai Kuta Mencapai 1,9 Meter per Tahun

Abrasi di Pantai Kuta mencapai sekitar 1,9 meter per tahun dan merusak fasilitas publik. Megawati Soekarnoputri mendorong penanganan terpadu melalui pemerintah, BRIN, akademisi, dan pemerintah daerah.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Puing-puing beton berserakan di tepi pantai berpasir dekat deretan bangunan.
Ilustrasi: Puing-puing beton berserakan di tepi pantai berpasir dekat deretan bangunan. · Foto: Theologos Christodoulou / Pexels

Pantai Kuta — Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional, Megawati Soekarnoputri, meninjau kondisi abrasi di Pantai Kuta pada 11 Oktober 2026.

Mengapa ini penting: Kerusakan fasilitas publik dan penyempitan area pasir berdampak pada wisatawan, pedagang, serta aktivitas pariwisata di Pantai Kuta.

Megawati didampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta. Ia mendorong penanganan abrasi melalui kerja sama kementerian, lembaga riset, akademisi, dan pemerintah daerah.

Menurut Tribun Bali dan Bali Post, kemunduran garis pantai di kawasan itu diperkirakan mencapai 1,9 meter per tahun. Hamparan pasir untuk wisatawan semakin menyempit, sedangkan gelombang laut merusak sejumlah fasilitas, termasuk jalur pejalan kaki, tembok pembatas pantai, dan area aktivitas pedagang.

Bali Post melaporkan pemerintah telah menyiapkan pembangunan infrastruktur pengaman pantai, termasuk pemecah gelombang di bagian selatan Pantai Kuta melalui Balai Wilayah Sungai bersama pemerintah daerah. Pemerintah juga mengusulkan kajian bersama BRIN mengenai dinamika iklim, kenaikan muka air laut, dan perubahan pola gelombang.

Dalam peninjauan itu, Megawati menegaskan penanganan infrastruktur mitigasi abrasi tidak boleh dilakukan secara parsial. Proyek pedestrian dan restorasi pantai yang berjalan di koridor Kuta-Legian-Seminyak disebut diarahkan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan.

Data abrasi Bali

Data teknis Kementerian Pekerjaan Umum yang dipaparkan dalam peninjauan tersebut mencatat sekitar 215 kilometer dari total 633 kilometer garis pantai Bali mengalami abrasi. Bali Post melaporkan pemerintah telah menginvestasikan Rp1,2 triliun pada 2007-2025 untuk menangani sekitar 130 kilometer pantai.

Untuk menangani sisa 85 kilometer pantai yang masih kritis, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp4 triliun. Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk melanjutkan penanganan pesisir dan memperkuat kajian ilmiah.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.