Ahmad Luthfi Dorong UMKM Jawa Tengah Naik Kelas di Semarang
Ahmad Luthfi mendorong UMKM Jawa Tengah naik kelas hingga ekspor. Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Jawa Tengah telah membina unit usaha.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Semarang — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong UMKM di kabupaten/kota agar naik kelas hingga mampu menembus pasar ekspor pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Hal itu disampaikan Luthfi saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan 2026 di Muladi Dome, Universitas Diponegoro, Semarang. Ia menilai pengembangan usaha perlu disertai akses pasar, pembiayaan, teknologi, dan jejaring kemitraan, bukan hanya pelatihan.
Menurut laporan, mayoritas UMKM di Jawa Tengah merupakan usaha mikro. Pemerintah kabupaten dan kota didorong membantu usaha mikro berkembang menjadi kecil, sedangkan pemerintah provinsi berperan mendorong usaha kecil menjadi menengah dan memperluas pasar hingga ekspor.
Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Jawa Tengah membina unit usaha. Unit usaha tersebut memiliki nilai aset dan omzet.
Penguatan UMKM memperluas akses usaha di Jawa Tengah
Bagi pembaca, kebijakan ini berkaitan dengan akses pembiayaan, pemasaran, digitalisasi, dan pendampingan bagi pelaku usaha di Jawa Tengah. Bursa wirausaha diposisikan sebagai ruang temu antara pelaku usaha, mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menjalankan program Akademi Balatkop dan Hetero Business Leap. Program tersebut mencakup pola pikir kewirausahaan, pengembangan produk, pemasaran, pemanfaatan teknologi digital, pengelolaan usaha, serta perluasan pasar.
Ahmad Luthfi menyatakan UMKM perlu memberi dampak ekonomi dan berkembang bertahap dari skala mikro menjadi kecil, menengah, hingga mampu mengekspor produk. Dukungan pembiayaan dan kemitraan disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas pelaku usaha.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kesehatan
Lebih dari 60 Dapur SPPG Mulai Uji Coba Penyajian MBG di Kelas
BGN menguji coba MBG prasmanan di lebih dari 60 dapur SPPG sejak 5 Oktober 2026. Makanan dibawa hangat ke kelas di sejumlah wilayah, termasuk Jayapura…
Terbaru di Entrepreneur

Berita utama hari ini

Baca juga





