Amerika Serikat Cabut Sementara Sanksi Solar Rusia
Amerika Serikat mengizinkan sementara impor solar asal Rusia setelah Donald Trump menyebut Rusia segera memasok lebih dari 300.000 metrik ton ke pasar AS dan global. Izin berlaku sampai 7 April 2027.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada Jumat, 9 Oktober 2026, bahwa Rusia segera memasok lebih dari 300.000 metrik ton solar ke pasar Amerika Serikat dan global. Departemen Keuangan Amerika Serikat kemudian mengizinkan sementara transaksi solar asal Rusia hingga 7 April 2027.
Kebijakan itu diumumkan setelah percakapan Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Trump mengatakan pasokan awal tersebut akan disusul 500.000 ton solar pada November dan 1 juta ton berikutnya. Izin Amerika Serikat mencakup penjualan, pengiriman, pembongkaran, dan impor solar asal Rusia.
Pasokan global dapat memengaruhi biaya energi Indonesia
Solar merupakan bahan bakar penting bagi transportasi barang, industri, pembangkit listrik, dan kegiatan ekonomi lainnya. Perubahan pasokan di pasar global dapat memengaruhi harga energi serta biaya logistik yang pada akhirnya berpengaruh terhadap dunia usaha dan konsumen di Indonesia.
Pengumuman tersebut juga muncul ketika harga solar di Amerika Serikat meningkat akibat kendala pasokan. Laporan yang dikutip sejumlah media menyebut harga solar turun setelah pengumuman pencabutan sementara sanksi. Namun, pelaksanaan kesepakatan tetap bergantung pada pasokan dari Rusia dan kondisi kilang negara itu.
Amerika Serikat memberikan izin sementara sampai 7 April 2027. Rusia disebut akan mengirim tambahan 3 juta ton solar dalam waktu singkat, bergantung pada kondisi kilang. Sumber-sumber laporan tidak menyatakan langkah khusus pemerintah Indonesia sebagai tindak lanjut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Internasional
Serangan Rusia terhadap Dua Bus di Kramatorsk Tewaskan 30 Orang
Serangan Rusia terhadap dua bus di Kramatorsk, Ukraina timur, pada 8 Oktober 2026 menewaskan sedikitnya 30 orang dan melukai 18 lainnya. Transportasi…
Terbaru di Internasional

Baca juga





