Anak Krakatau Catat Empat Gempa Saat Berstatus Siaga
Gunung Anak Krakatau mencatat empat gempa pada 11 Oktober 2026 setelah statusnya naik menjadi Level III atau Siaga. Warga pesisir Lampung dan Banten diminta mengikuti rekomendasi keselamatan.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Serang — Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mencatat empat gempa dalam enam jam pada 11 Oktober 2026, setelah status aktivitasnya naik menjadi Level III atau Siaga.
Tribunnews melaporkan empat gempa itu tercatat pada periode 00.00–06.00 WIB. Rinciannya terdiri atas dua gempa hybrid atau fase banyak, satu gempa vulkanik dangkal, dan satu tremor menerus.
Status Gunung Anak Krakatau dinaikkan dari Level II atau Waspada menjadi Level III atau Siaga pada 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB. Badan Geologi mencatat 14 erupsi selama 6–9 Oktober 2026 sebagai bagian dari evaluasi kenaikan status tersebut.
Empat gempa memperkuat kebutuhan pemantauan pesisir Selat Sunda
Gunung Anak Krakatau berada di Selat Sunda, di antara Lampung dan Banten. Masyarakat pesisir di kedua wilayah itu diminta mengikuti informasi resmi dan mematuhi rekomendasi keselamatan selama aktivitas gunung api meningkat.
Pakar yang dikutip Tribunnews mengingatkan bahwa erupsi tidak otomatis memicu tsunami. Namun, potensi bahaya yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik tetap perlu diantisipasi karena lokasi gunung berada di kawasan Selat Sunda.
Sumber lain menyebut kenaikan status juga disertai perluasan radius bahaya menjadi 5 kilometer dari pusat erupsi. Pembatasan itu menjadi konteks keselamatan bagi warga dan aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Warga Diminta Menjauh 2 Kilometer
Gunung Anak Krakatau di Lampung erupsi pada 8 Oktober 2026 pukul 18:28 WIB. Status tetap Level II (Waspada), dan masyarakat diminta menjauh 2 km dari…
Terbaru di Daerah

Berita utama hari ini

Baca juga




