Kabar18.com

Jumat, 9 Oktober 2026

Anwar Ibrahim Desak Indonesia dan ASEAN Atasi Kabut Asap

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mendesak Indonesia dan ASEAN menangani kabut asap lintas negara pada 8 Oktober 2026. Malaysia mendorong koordinasi tingkat menteri lingkungan hidup ASEAN.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Siluet deretan batang pohon tinggi berselimut kabut tebal berwarna putih abu-abu.
Ilustrasi: Siluet deretan batang pohon tinggi berselimut kabut tebal berwarna putih abu-abu. · Foto: Santanu Deb / Pexels

Jakarta — Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Kamis, 8 Oktober 2026, mendesak Indonesia dan ASEAN segera menangani kabut asap lintas negara akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Anwar mengatakan telah menghubungi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk membahas penanganan karhutla. Menurut laporan, Prabowo menyatakan kesediaan mengambil langkah yang diperlukan. Anwar juga menyebut Menteri Luar Negeri dan Menteri Lingkungan Hidup Malaysia telah berkomunikasi dengan kementerian terkait di Indonesia.

Desakan itu disampaikan ketika kabut asap berdampak pada Malaysia. Anwar memerintahkan Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menghubungi Sekretariat ASEAN untuk mendorong kembali pertemuan tingkat menteri lingkungan hidup negara-negara ASEAN. Pertemuan tersebut diarahkan untuk membahas penanganan kabut asap lintas negara.

Desakan Malaysia mendorong koordinasi regional

Isu ini penting bagi pembaca di Indonesia karena penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan wilayah terdampak di dalam negeri, tetapi juga hubungan dengan negara tetangga dan kerja sama ASEAN. Kabut asap dari kebakaran di Indonesia dilaporkan mencapai Malaysia dan Singapura, sehingga langkah pemadaman serta koordinasi diplomatik berlangsung bersamaan.

Di Indonesia, pengendalian karhutla dilakukan melalui operasi lintas lembaga. Kementerian Kehutanan menyebut operasi melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, pemerintah daerah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, serta Manggala Agni. Operasi itu mencakup patroli udara, modifikasi cuaca, dan pemadaman dengan metode penyiraman dari udara.

Malaysia juga menyatakan kesiapan bekerja sama dalam menangani persoalan tersebut. Tindak lanjut yang disebut dalam laporan adalah komunikasi antarpemerintah serta upaya mengadakan kembali pertemuan menteri lingkungan hidup ASEAN.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Daerah

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.