Anwar Ibrahim Desak Indonesia dan ASEAN Atasi Kabut Asap
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mendesak Indonesia dan ASEAN menangani kabut asap lintas negara pada 8 Oktober 2026. Malaysia mendorong koordinasi tingkat menteri lingkungan hidup ASEAN.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Jakarta — Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Kamis, 8 Oktober 2026, mendesak Indonesia dan ASEAN segera menangani kabut asap lintas negara akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Anwar mengatakan telah menghubungi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk membahas penanganan karhutla. Menurut laporan, Prabowo menyatakan kesediaan mengambil langkah yang diperlukan. Anwar juga menyebut Menteri Luar Negeri dan Menteri Lingkungan Hidup Malaysia telah berkomunikasi dengan kementerian terkait di Indonesia.
Desakan itu disampaikan ketika kabut asap berdampak pada Malaysia. Anwar memerintahkan Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menghubungi Sekretariat ASEAN untuk mendorong kembali pertemuan tingkat menteri lingkungan hidup negara-negara ASEAN. Pertemuan tersebut diarahkan untuk membahas penanganan kabut asap lintas negara.
Desakan Malaysia mendorong koordinasi regional
Isu ini penting bagi pembaca di Indonesia karena penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan wilayah terdampak di dalam negeri, tetapi juga hubungan dengan negara tetangga dan kerja sama ASEAN. Kabut asap dari kebakaran di Indonesia dilaporkan mencapai Malaysia dan Singapura, sehingga langkah pemadaman serta koordinasi diplomatik berlangsung bersamaan.
Di Indonesia, pengendalian karhutla dilakukan melalui operasi lintas lembaga. Kementerian Kehutanan menyebut operasi melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, pemerintah daerah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, serta Manggala Agni. Operasi itu mencakup patroli udara, modifikasi cuaca, dan pemadaman dengan metode penyiraman dari udara.
Malaysia juga menyatakan kesiapan bekerja sama dalam menangani persoalan tersebut. Tindak lanjut yang disebut dalam laporan adalah komunikasi antarpemerintah serta upaya mengadakan kembali pertemuan menteri lingkungan hidup ASEAN.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
Jambi Jadwalkan Kembali OMC untuk Tekan Kabut Asap Karhutla
Satgas Karhutla Jambi menjadwalkan kembali OMC pada 9–10 Oktober 2026 setelah kabut asap menghambat penerbangan. Luas lahan terbakar mencapai 4.123,84…
Terbaru di Daerah

Berita utama hari ini

Baca juga




