Apa arti peringkat Indonesia ke-23 dalam indeks pariwisata 2026
Indonesia berada di peringkat ke-23 dari 110 negara dalam TTDI 2026. Liputan6 mencatat skornya naik 2,2 persen, meski posisi turun satu tingkat dari 2024.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Indonesia menempati peringkat ke-23 dari 110 negara dalam Travel & Tourism Development Index (TTDI) 2026 yang dirilis World Economic Forum pada 2026. Liputan6 melaporkan posisi tersebut turun satu tingkat dibandingkan TTDI 2024, sementara skor Indonesia meningkat 2,2 persen.
TTDI mengukur kondisi yang mendukung pengembangan perjalanan dan pariwisata, bukan semata-mata jumlah kunjungan wisatawan. HospitalityNet melaporkan indeks 2026 menilai 110 perekonomian melalui 17 pilar dalam lima dimensi, yaitu lingkungan pendukung, kebijakan pariwisata, infrastruktur, sumber daya pariwisata, dan keberlanjutan.
Mengapa peringkat TTDI penting bagi daya saing Indonesia
Bagi pembaca di Indonesia, peringkat ini memberi gambaran mengenai kesiapan sektor pariwisata dalam mendukung pertumbuhan dan menghadapi gangguan. Posisi ke-23 menunjukkan Indonesia berada dalam kelompok negara yang diperbandingkan dalam indeks global, sedangkan kenaikan skor 2,2 persen menunjukkan perbaikan penilaian dibandingkan dua tahun sebelumnya.
Namun, kenaikan skor tidak otomatis menaikkan posisi. Liputan6 menyebut Indonesia berada di peringkat ke-22 pada TTDI 2024, sehingga peringkat 2026 turun satu tingkat. Perubahan posisi perlu dibaca bersama kinerja negara lain yang juga mengalami peningkatan. Menurut Liputan6, sebanyak 101 dari 110 negara mencatat kenaikan skor antara 2024 dan 2026.
Laporan HospitalityNet menyebut rata-rata skor indeks meningkat 2,1 persen pada periode yang sama. Sumber itu juga menjelaskan bahwa TTDI 2026 disusun World Economic Forum bersama Zurich Insurance Group dan menilai kesiapan sistem, infrastruktur, tenaga kerja, serta kebijakan dalam menopang pertumbuhan pariwisata.
CNBC Indonesia melaporkan indeks tersebut mencakup 110 negara dan perekonomian dengan indikator yang menggambarkan kesiapan destinasi mendukung kegiatan pariwisata. Tujuan indeks ini berbeda dari daftar destinasi paling populer karena fokusnya pada faktor pengembangan dan daya saing.
Dengan demikian, angka peringkat perlu dipahami bersama skor dan komponen penilaiannya. Laporan yang tersedia menyatakan Indonesia memperbaiki skor, tetapi belum menyebut langkah kebijakan lanjutan khusus Indonesia setelah publikasi TTDI 2026.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Teknologi
Indonesia Hadapi Rata-rata 16 Serangan Siber per Detik
Data AwanPintar.id menunjukkan Indonesia menghadapi rata-rata 16 serangan siber per detik pada paruh pertama 2026. Jumlahnya meningkat 93,33 persen di…
Terbaru di Pariwisata

Berita utama hari ini

Baca juga





