Kabar18.com

Sabtu, 3 Oktober 2026

Apa Arti Reshuffle dan Lonjakan Minyak bagi Indonesia

Reshuffle kabinet pada 1 Oktober 2026 menjadi salah satu perhatian pasar Indonesia. Harga Brent naik menjadi US$102,31 per barel dan WTI US$92,87 per barel.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Siluet anjungan lepas pantai di tengah laut dengan latar langit senja kekuningan.
Ilustrasi: Siluet anjungan lepas pantai di tengah laut dengan latar langit senja kekuningan. · Foto: Stephen Leonardi / Pexels

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, pada 1 Oktober 2026, sementara harga minyak dunia melonjak dan menjadi perhatian pasar Indonesia.

Laporan CNBC Indonesia menyebut reshuffle kabinet, penerapan short selling, serta respons pasar terhadap data manufaktur, neraca perdagangan, dan inflasi sebagai sentimen domestik yang diperhatikan pelaku pasar. Pada saat yang sama, kenaikan harga minyak global menambah tekanan dari sisi eksternal.

Harga minyak mentah jenis Brent naik 4,37 persen menjadi US$102,31 per barel pada Kamis, 1 Oktober 2026. Minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,71 persen menjadi US$92,87 per barel. Kenaikan itu dikaitkan dengan kekhawatiran pasokan setelah Amerika Serikat dikabarkan mengirim tambahan pasukan ke Timur Tengah dan China menghentikan ekspor produk minyak.

Mengapa reshuffle dan harga minyak penting bagi Indonesia?

Perubahan susunan pemerintahan dapat memengaruhi perhatian pasar terhadap arah kebijakan, terutama karena sejumlah posisi strategis berubah. Kabar Bursa melaporkan Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle pada 1 Oktober 2026 dan menyebut perubahan itu sebagai salah satu faktor yang dicermati pelaku pasar.

Perubahan tersebut antara lain menempatkan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, serta Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri.

Tekanan harga minyak juga relevan bagi Indonesia karena dapat meningkatkan biaya impor energi.

Selain empat posisi tersebut, laporan CNBC Indonesia mengenai susunan kabinet menyebut Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian, Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman sebagai wakil menteri keuangan, Saleh Mustafa sebagai wakil menteri pertanian, serta Irwan Meilano sebagai wakil menteri kelautan dan perikanan. Listyo Sigit Prabowo disebut menjadi Kepala Staf Kepresidenan.

Laporan CNBC Indonesia menyatakan rangkaian perkembangan itu menjadi bagian dari 13 sentimen yang membayangi pasar Indonesia. Sentimen lain yang disebut dalam laporan mencakup data ekonomi Amerika Serikat serta indikator domestik yang akan menjadi perhatian pasar.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.