Kabar18.com

Senin, 19 Oktober 2026

Asap Karhutla Bikin Udara Pangkalan Bun dan Jambi Berbahaya

BMKG mendeteksi kualitas udara berbahaya di Pangkalan Bun, Muaro Jambi, dan Kota Jambi pada 19 Oktober 2026. PM2.5 tertinggi mencapai 1.048,8 µg/m3.

Oleh

· 2 menit baca

Pangkalan Bun — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Senin, 19 Oktober 2026, mendeteksi kualitas udara kategori berbahaya di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, serta Muaro Jambi dan Kota Jambi, Jambi, akibat sebaran asap kebakaran hutan dan lahan.

Pantauan BMKG melalui citra satelit Himawari pada pukul 08.00 WIB menunjukkan indikasi sebaran asap bergerak ke arah barat laut hingga timur laut. Data kualitas udara pada waktu yang sama menempatkan empat wilayah dalam kategori berbahaya atau hitam, yakni Pangkalan Bun dan Palangkaraya di Kalimantan Tengah serta Muaro Jambi dan Kota Jambi di Provinsi Jambi.

Konsentrasi partikulat PM2.5 tertinggi tercatat di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, sebesar 1.048,8 µg/m3. Di Muaro Jambi, PM2.5 berada pada 329,2 µg/m3, sedangkan Kota Jambi mencatat 307 µg/m3. BMKG menggunakan ambang lebih dari 250.5 µg/m3 untuk kategori berbahaya.

Asap berbahaya memperluas risiko kesehatan warga

Kondisi ini penting bagi pembaca di wilayah terdampak karena konsentrasi PM2.5 yang tinggi menandakan penurunan kualitas udara di sejumlah daerah pada waktu pemantauan. Pangkalan Bun menjadi titik dengan angka tertinggi dalam laporan, sementara dua wilayah di Jambi juga berada pada kategori berbahaya.

Data tersebut juga menempatkan Muaro Jambi dalam kategori berbahaya, sementara Kota Jambi tercatat dalam kategori tidak sehat pada pemantauan berbeda. Perbedaan angka dan kategori mengikuti waktu pemutakhiran serta titik pengamatan.

BMKG menyatakan kualitas udara dipantau melalui konsentrasi partikulat PM2.5. Sebaran asap yang terpantau berasal dari kebakaran hutan dan lahan, dengan arah pergerakan yang terdeteksi melalui citra satelit.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.