Kabar18.com

Rabu, 14 Oktober 2026

Asap Karhutla Bikin Udara Tiga Daerah Kalimantan Berbahaya

Kualitas udara Palangka Raya, Pangkalan Bun, dan Sintang masuk kategori berbahaya pada 14 Oktober 2026. PM2.5 Palangka Raya mencapai 3.340 µg/m3.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Matahari terbit temaram di balik kabut tebal dan siluet pepohonan.
Ilustrasi: Matahari terbit temaram di balik kabut tebal dan siluet pepohonan. · Foto: Krzysztof%20Puszczy%u0144ski / stocksnap (Openverse), CC0

Palangka Raya — Kualitas udara di Palangka Raya, Pangkalan Bun, dan Sintang masuk kategori berbahaya atau hitam pada Rabu, 14 Oktober 2026, akibat asap kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pukul 13.00 WIB, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mencatat konsentrasi partikulat PM2.5 sebesar 3.340 µg/m3. Angka itu menjadi yang tertinggi dalam pemantauan tiga daerah tersebut.

Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, berada di urutan berikutnya dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 378,8 µg/m3. Sementara itu, Sintang, Kalimantan Barat, mencatat 307,2 µg/m3.

Kategori berbahaya ditandai warna hitam ketika konsentrasi PM2.5 melebihi ambang batas 250,5 µg/m3. Pada pantauan pukul 12.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya masih tercatat 2.512 µg/m3 sebelum meningkat menjadi 3.340 µg/m3 satu jam kemudian.

Asap karhutla berdampak pada kualitas udara Kalimantan

Data tersebut menunjukkan paparan asap karhutla terjadi di lebih dari satu wilayah Kalimantan. Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat termasuk enam provinsi prioritas penanganan karhutla.

Kondisi udara berbahaya membuat pemantauan kualitas udara tetap diperlukan, terutama di wilayah yang mencatat konsentrasi PM2.5 di atas ambang kategori tersebut. Laporan pemantauan juga menyebut jarak pandang di sejumlah wilayah terdampak asap sekitar 200 meter.

BMKG belum merilis proyeksi lanjutan mengenai pergerakan konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya, Pangkalan Bun, dan Sintang. Pemantauan kualitas udara masih berlangsung bersamaan dengan upaya penanganan karhutla di wilayah prioritas.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.