Kabar18.com

Senin, 19 Oktober 2026

Asap Karhutla Masih Menyelimuti Ogan Komering Ilir

Asap kebakaran hutan masih menyelimuti Ogan Komering Ilir pada 18 Oktober 2026. Dampaknya dilaporkan terkait memburuknya udara Malaysia dan Singapura.

Oleh

· 2 menit baca

Ogan Komering Ilir — Asap tebal kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, pada Minggu, 18 Oktober 2026. Rekaman udara menunjukkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meninjau kawasan yang terdampak kebakaran di kabupaten tersebut.

Gumpalan asap terlihat mengepul dari beberapa kawasan hutan. Asap juga membuat bangunan di wilayah perkotaan nyaris tidak terlihat. Kondisi serupa berlangsung lebih dari sebulan di Desa Bangsal, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Asap tebal di desa itu muncul sejak sekitar pukul 22.00 WIB dan biasanya menipis sekitar pukul 12.00 WIB pada hari berikutnya.

Asap OKI berdampak pada kualitas udara lintas negara

Asap kebakaran memperburuk kualitas udara di Malaysia dan Singapura. Kondisi di Ogan Komering Ilir berkaitan dengan aktivitas kebakaran yang masih berlangsung. Warga juga melaporkan mata perih dan sesak napas ketika kabut asap kembali menebal.

Asap tebal terus terlihat di sejumlah kawasan hutan dan menyelimuti wilayah perkotaan. Di Desa Bangsal, kabut asap muncul pada malam hari dan berangsur menipis pada siang berikutnya. Keadaan tersebut berlangsung selama lebih dari sebulan, sementara aktivitas kebakaran di wilayah Ogan Komering Ilir masih berlanjut.

Peninjauan BNPB berlangsung di kawasan yang terdampak kebakaran. Asap dari kebakaran di Sumatera Selatan juga berkaitan dengan memburuknya kualitas udara di negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura. Warga di wilayah terdampak mengalami mata perih dan sesak napas saat kabut asap menebal kembali.

Asap masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir pada 18 Oktober 2026. Kabut yang menebal mengurangi jarak pandang, menutupi bangunan perkotaan, dan menyelimuti kawasan hutan. Desa Bangsal menjadi salah satu wilayah yang mengalami kondisi tersebut, dengan kemunculan asap sejak sekitar pukul 22.00 WIB hingga biasanya menipis sekitar pukul 12.00 WIB pada hari berikutnya.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pemerintahan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.