Kabar18.com

Rabu, 14 Oktober 2026

Asap Tebal Selimuti Banjarbaru saat Karhutla Kalimantan Membara

Asap tebal mengganggu jarak pandang di Jalan Liang Anggang, Banjarbaru, saat karhutla masih ditangani. Di Tanjung Puting, lahan terbakar mencapai 513,89 hektare.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sebuah kendaraan roda tiga melintasi jalan beraspal berkabut di bawah naungan pohon.
Ilustrasi: Sebuah kendaraan roda tiga melintasi jalan beraspal berkabut di bawah naungan pohon. · Foto: Abdul Kayum / Pexels

Banjarbaru — Asap tebal menyelimuti Jalan Liang Anggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, ketika kebakaran hutan dan lahan masih ditangani pada 14 Oktober 2026. Pada saat yang sama, kebakaran di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, menjadi titik terluas dalam penanganan karhutla di sejumlah provinsi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan lahan terbakar di Taman Nasional Tanjung Puting mencapai 513,89 hektare. Kebakaran itu berada di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan. Secara keseluruhan, BNPB mencatat 639,23 hektare lahan masih terbakar dan dalam proses pemadaman di enam provinsi.

Asap tebal di Jalan Liang Anggang mengurangi jarak pandang dan menyulitkan pengendara melihat kondisi jalan. Asap juga mengganggu pernapasan warga. Di Tanjung Puting, kabut asap menjadi kendala operasi udara karena membatasi jarak pandang untuk pemadaman.

Asap menghambat pemadaman dan membahayakan aktivitas warga

Penanganan di Tanjung Puting dilakukan melalui penguatan satuan tugas darat. Operasi udara juga diupayakan, tetapi kondisi asap tebal membuat penerbangan dan pemadaman dari udara lebih sulit. Pangdam Kalimantan Tengah disebut memimpin langsung penanganan di lapangan, dengan penambahan pasukan dan peralatan satuan tugas darat.

Kondisi di Banjarbaru menunjukkan dampak karhutla tidak hanya berada di area terbakar, tetapi juga memengaruhi keselamatan perjalanan dan kesehatan masyarakat di kawasan yang diselimuti asap. Sementara itu, keberadaan kebakaran di kawasan taman nasional meningkatkan kebutuhan perlindungan terhadap wilayah konservasi dan satwa di dalamnya.

Penanganan berikutnya berlanjut melalui operasi darat dan upaya pemadaman udara sesuai kondisi jarak pandang. Laporan yang tersedia tidak menyebutkan jadwal berakhirnya penanganan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.