Kabar18.com

Sabtu, 26 September 2026

AstraZeneca dan UNICEF Perkuat Layanan Remaja di Indonesia

AstraZeneca dan UNICEF melanjutkan program kesehatan remaja di Indonesia dengan fokus pada pencegahan penyakit tidak menular, penguatan layanan, dan pelibatan generasi muda.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Ruang kelas kuno kosong dengan deretan meja kayu, papan tulis, dan rak buku besar.
Ilustrasi: Ruang kelas kuno kosong dengan deretan meja kayu, papan tulis, dan rak buku besar. · Foto: Hasan şen / Pexels

Jakarta — AstraZeneca dan UNICEF melanjutkan kolaborasi kesehatan remaja di Indonesia pada 2026 melalui fase baru Young Health Programme untuk mendukung generasi emas Indonesia 2045.

Kolaborasi tersebut mencakup penguatan lingkungan dan layanan yang responsif terhadap kebutuhan remaja. Program ini juga diarahkan pada promosi perilaku hidup sehat, pencegahan penyakit tidak menular, pelibatan anak muda, serta dukungan terhadap kebijakan dan sistem kesehatan remaja.

Kemitraan AstraZeneca dan UNICEF di Indonesia mendapat dukungan investasi US$1,3 juta untuk lima tahun ke depan. Program yang berlangsung sejak 2020 itu telah menjangkau lebih dari 2,5 juta remaja dalam lima tahun terakhir.

Mengapa kolaborasi ini penting bagi pembaca

Kesehatan remaja berkaitan dengan pencegahan penyakit tidak menular sejak dini. Kegiatan program meliputi edukasi kesehatan, aksi yang dipimpin generasi muda, penguatan layanan kesehatan, serta pengembangan kebijakan dan sistem kesehatan remaja.

Pelaksanaan sebelumnya mencakup skrining penggunaan tembakau di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. Lebih dari 25.000 remaja dan 350 advokat muda juga telah mendapatkan pelatihan, sedangkan 120 pemimpin muda dibekali untuk berkontribusi dalam penyusunan pedoman kesehatan remaja nasional.

Pada fase berikutnya, AstraZeneca dan UNICEF akan mendorong perilaku hidup sehat dan peran aktif generasi muda. Keduanya juga akan memperkuat lingkungan serta layanan yang responsif terhadap kebutuhan remaja, sekaligus mendukung kebijakan, bukti, dan sistem kesehatan untuk pencegahan penyakit tidak menular.

Upaya yang disebutkan meliputi penguatan edukasi di sekolah, komunitas, dan platform digital, peningkatan kesadaran serta skrining dan tindak lanjut, serta penguatan kapasitas remaja, tenaga kesehatan, dan guru dalam pencegahan, konseling, dan pendampingan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kesehatan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.