AstraZeneca dan UNICEF Perkuat Layanan Remaja di Indonesia
AstraZeneca dan UNICEF melanjutkan program kesehatan remaja di Indonesia dengan fokus pada pencegahan penyakit tidak menular, penguatan layanan, dan pelibatan generasi muda.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — AstraZeneca dan UNICEF melanjutkan kolaborasi kesehatan remaja di Indonesia pada 2026 melalui fase baru Young Health Programme untuk mendukung generasi emas Indonesia 2045.
Kolaborasi tersebut mencakup penguatan lingkungan dan layanan yang responsif terhadap kebutuhan remaja. Program ini juga diarahkan pada promosi perilaku hidup sehat, pencegahan penyakit tidak menular, pelibatan anak muda, serta dukungan terhadap kebijakan dan sistem kesehatan remaja.
Kemitraan AstraZeneca dan UNICEF di Indonesia mendapat dukungan investasi US$1,3 juta untuk lima tahun ke depan. Program yang berlangsung sejak 2020 itu telah menjangkau lebih dari 2,5 juta remaja dalam lima tahun terakhir.
Mengapa kolaborasi ini penting bagi pembaca
Kesehatan remaja berkaitan dengan pencegahan penyakit tidak menular sejak dini. Kegiatan program meliputi edukasi kesehatan, aksi yang dipimpin generasi muda, penguatan layanan kesehatan, serta pengembangan kebijakan dan sistem kesehatan remaja.
Pelaksanaan sebelumnya mencakup skrining penggunaan tembakau di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. Lebih dari 25.000 remaja dan 350 advokat muda juga telah mendapatkan pelatihan, sedangkan 120 pemimpin muda dibekali untuk berkontribusi dalam penyusunan pedoman kesehatan remaja nasional.
Pada fase berikutnya, AstraZeneca dan UNICEF akan mendorong perilaku hidup sehat dan peran aktif generasi muda. Keduanya juga akan memperkuat lingkungan serta layanan yang responsif terhadap kebutuhan remaja, sekaligus mendukung kebijakan, bukti, dan sistem kesehatan untuk pencegahan penyakit tidak menular.
Upaya yang disebutkan meliputi penguatan edukasi di sekolah, komunitas, dan platform digital, peningkatan kesadaran serta skrining dan tindak lanjut, serta penguatan kapasitas remaja, tenaga kesehatan, dan guru dalam pencegahan, konseling, dan pendampingan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Internasional
Delegasi Indonesia Walkout Saat Netanyahu Berpidato di Sidang Umum PBB
Delegasi Indonesia meninggalkan ruang Sidang Majelis Umum PBB saat Benjamin Netanyahu mulai berpidato pada 24 September 2026. Kementerian Luar Negeri…
Terbaru di Kesehatan

Berita utama hari ini

Baca juga




