Kabar18.com

Kamis, 8 Oktober 2026

Badan Geologi Petakan Risiko Gerakan Tanah di 12 Provinsi

Badan Geologi menyebut 41 kecamatan di 12 provinsi berpotensi mengalami gerakan tanah kategori tinggi pada Oktober 2026. Sebanyak 405 kecamatan di 18 provinsi juga berisiko banjir bandang atau aliran bahan rombakan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Lereng bukit berbatu yang terjal dengan tutupan rumput hijau di bawah langit biru.
Ilustrasi: Lereng bukit berbatu yang terjal dengan tutupan rumput hijau di bawah langit biru. · Foto: 女子 正真 / Pexels

Jakarta — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 7 Oktober 2026 menyebut 41 kecamatan di 12 provinsi memiliki potensi gerakan tanah kategori tinggi berdasarkan peta prakiraan Oktober 2026. Peta yang sama menandai 405 kecamatan di 18 provinsi berpotensi mengalami banjir bandang atau aliran bahan rombakan.

Informasi tersebut disampaikan Lana Saria dari Badan Geologi. Dua belas provinsi dengan wilayah berpotensi gerakan tanah kategori tinggi ialah Aceh, Bengkulu, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

CNBC Indonesia melaporkan, peta Oktober 2026 juga memuat 4.850 kecamatan yang berpotensi mengalami gerakan tanah kategori menengah hingga tinggi. Rinciannya mencakup 2.058 kecamatan dalam kategori menengah, 2.751 kecamatan dalam kategori menengah-tinggi, dan 41 kecamatan dalam kategori tinggi. Wilayah tersebut tersebar di 443 kabupaten/kota pada 38 provinsi.

Untuk potensi banjir bandang atau aliran bahan rombakan, sebaran terbesar berada di Jawa Barat dengan 112 kecamatan, Jawa Timur 77 kecamatan, Jawa Tengah 45 kecamatan, Sulawesi Selatan 33 kecamatan, Nusa Tenggara Barat 26 kecamatan, dan Sumatra Utara 24 kecamatan.

Peta prakiraan menjadi peringatan bagi warga di wilayah rentan

Badan Geologi menegaskan bahwa angka tersebut menunjukkan potensi, bukan kepastian terjadinya longsor atau banjir bandang. Peta disusun melalui penggabungan zona kerentanan gerakan tanah Badan Geologi Kementerian ESDM dengan prakiraan curah hujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Risiko perlu diwaspadai terutama ketika hujan turun deras atau berlangsung lama. Kondisi lereng curam, lembah sungai, dan wilayah dengan geologi rentan menjadi faktor yang perlu diperhatikan masyarakat serta pemerintah daerah. Laporan yang tersedia tidak menyebutkan langkah lanjutan atau penutupan wilayah tertentu setelah peta prakiraan tersebut diterbitkan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Daerah

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.