Bagaimana Postur APBN 2026 Menopang Pertumbuhan Ekonomi?
APBN 2026 menargetkan pendapatan Rp3.147,7 triliun dan belanja Rp3.786,5 triliun. Penerimaan pajak menjadi penopang utama, sementara efektivitas belanja menentukan dampaknya bagi pertumbuhan ekonomi.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
APBN 2026 dirancang untuk membiayai prioritas pemerintah sambil menjaga defisit dalam batas yang ditetapkan. Pendapatan negara ditargetkan Rp3.147,7 triliun, belanja negara Rp3.786,5 triliun, dan penerimaan pajak menjadi sumber utama dengan target Rp2.357,7 triliun, menurut Kementerian Keuangan, 2026.
Apa postur utama APBN 2026?
Pendapatan negara dalam postur APBN 2026 mencapai Rp3.147,7 triliun atau tumbuh 9,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menurut Kementerian Keuangan, 2026. Belanja negara ditetapkan Rp3.786,5 triliun, naik 7,3 persen dari outlook 2025.
Selisih antara pendapatan dan belanja menjadi kebutuhan pembiayaan anggaran. Karena itu, ukuran kesehatan APBN tidak hanya dilihat dari besarnya belanja, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga defisit dan membiayai program secara kredibel.
Dari mana pendapatan negara berasal?
Penerimaan pajak ditargetkan Rp2.357,7 triliun dan harus tumbuh 13,5 persen, menurut Kementerian Keuangan, 2026. Kepabeanan dan cukai diperkirakan menyumbang Rp334,3 triliun atau naik 7,7 persen.
Penerimaan negara bukan pajak atau PNBP diproyeksikan Rp455 triliun, turun 4,7 persen. Kementerian Keuangan menjelaskan penurunan itu terutama berkaitan dengan tidak lagi diperolehnya dividen BUMN dalam perhitungan tersebut.
Untuk apa belanja negara digunakan?
Belanja kementerian dan lembaga dialokasikan Rp1.498,3 triliun, naik 17,5 persen, sedangkan belanja non-kementerian/lembaga mencapai Rp1.638,2 triliun, naik 18 persen, menurut Kementerian Keuangan, 2026.
Angka itu menunjukkan bahwa pelaksanaan APBN bergantung pada kombinasi belanja pemerintah pusat dan program prioritas. Pengaruhnya terhadap ekonomi juga dipengaruhi oleh waktu pencairan, mutu pelaksanaan, serta sasaran belanja.
Bagaimana APBN berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi?
Bank Indonesia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 sebesar 5,11 persen, lebih tinggi daripada 5,03 persen pada 2024, menurut Laporan Kelembagaan Bank Indonesia, 2025. Pertumbuhan itu ditopang permintaan domestik dan kinerja ekspor.
Untuk 2026, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi berada dalam kisaran 4,9-5,7 persen, menurut Laporan Perekonomian Indonesia 2025 yang diterbitkan pada 2026. APBN menjadi salah satu instrumen kebijakan untuk mendukung aktivitas ekonomi, tetapi hasil akhirnya tetap bergantung pada kebijakan moneter, konsumsi, investasi, ekspor, dan pelaksanaan program.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
Mengapa Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11 Persen pada 2025?
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen pada 2025, lebih tinggi daripada 2024. Angka itu menunjukkan kinerja agregat, tetapi belum otomatis menggambarkan…
Terbaru di Analisis

Berita utama hari ini

Baca juga





