Kabar18.com

Kamis, 15 Oktober 2026

Banjir Bandang Padang Berdampak pada 743 Jiwa

Laporan per 14 Oktober pukul 07.45 WIB mencatat 743 jiwa terdampak banjir bandang di Kota Padang. Sebanyak 120 rumah terendam dan akses jalan sekitar 100 meter terputus.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan kayu, lumpur, dan puing di depan deretan rumah warga pascabencana.
Ilustrasi: Tumpukan kayu, lumpur, dan puing di depan deretan rumah warga pascabencana. · Foto: Franklin Peña Gutierrez / Pexels

Padang — Laporan penanganan per 14 Oktober pukul 07.45 WIB mencatat 743 jiwa terdampak banjir bandang di Kota Padang, Sumatera Barat. Data itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf berdasarkan laporan Direktorat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Banjir terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur sejak Sabtu, 10 Oktober, pukul 12.00 WIB. Luapan sungai secara tiba-tiba berdampak pada Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo. Selain 743 jiwa terdampak, laporan penanganan mencatat 120 rumah terendam, satu rumah rusak berat, empat rumah rusak sedang, serta akses jalan sekitar 100 meter terputus.

Tidak ada korban meninggal atau luka yang dilaporkan dalam data penanganan tersebut. Sebagian besar pengungsi telah kembali ke rumah setelah air surut, tetapi material lumpur masih menutupi sejumlah kawasan permukiman.

Bantuan dan pembersihan masih berlangsung

Kementerian Sosial menyalurkan bantuan logistik melalui gudang Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Padang serta gudang Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat. Bantuan itu mencakup makanan siap saji, makanan anak, selimut, kasur, perlengkapan keluarga, dan perlengkapan anak.

Tim gabungan yang melibatkan Kementerian Sosial, Taruna Siaga Bencana, pemerintah daerah, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan relawan melakukan pembersihan lingkungan serta perbaikan infrastruktur vital yang rusak. Penanganan tersebut dilakukan ketika masa tanggap darurat masih berlangsung.

Bagi pembaca di daerah, data dampak ini menunjukkan kebutuhan pemulihan tidak hanya terkait pengungsian, tetapi juga pembersihan permukiman dan pemulihan akses jalan. Perkembangan perbaikan infrastruktur dan penyaluran bantuan menjadi perhatian berikutnya bagi warga terdampak.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Daerah

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.