Banjir Padang Merusak Rumah dan Memutus Akses Jalan
Banjir di Kota Padang pada 10 Oktober 2026 merusak rumah dan memutus akses jalan. Tim gabungan mengevakuasi warga, sementara genangan mengganggu aktivitas permukiman.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Padang — Banjir merusak rumah dan memutus akses jalan di sejumlah wilayah Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10/2026), sehingga mengganggu aktivitas warga. Luapan sungai setelah hujan deras mendorong tim gabungan mengevakuasi warga dari kawasan terdampak.
Banjir berdampak pada kerusakan rumah dan pemutusan jalan raya. Di Kampung Guo, Kelurahan Kuranji, aliran deras dari Sungai Guo memutus jalan sepanjang sekitar 100 meter serta merusak empat rumah dan tiang listrik. Akses jalan di sekitar lokasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) daerah Guo terputus akibat tergerus dan terendam banjir.
Banjir juga melanda kawasan Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah; Kampung Guo dan kompleks perumahan Lumin Park di Kecamatan Kuranji; serta Tabiang Banda Gadang di Kecamatan Nanggalo. Luapan Sungai Lubuk Minturun memasuki permukiman dan mengganggu aktivitas warga.
Tim gabungan yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Tim Reaksi Cepat, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan membantu evakuasi serta memindahkan barang warga ke tempat aman. Sebanyak 238 warga dievakuasi dari lima titik terdampak, termasuk 178 orang dari kawasan Lumin Park.
Data BPBD mencatat 120 rumah terdampak dan 672 jiwa mengungsi. Rinciannya meliputi 60 rumah di Kelurahan Kuranji, 40 rumah di Kelurahan Lubuk Minturun, dan sekitar 20 rumah di Kelurahan Tabing Banda Gadang. Sebanyak empat rumah mengalami kerusakan sedang dan satu rumah rusak berat.
Akses warga dan penanganan banjir menjadi perhatian
Pemutusan jalan menghambat akses menuju permukiman terdampak dan menyulitkan mobilitas warga maupun petugas. Kerusakan rumah serta fasilitas pendukung menunjukkan dampak banjir tidak hanya berupa genangan, tetapi juga gangguan terhadap hunian dan infrastruktur.
Sejumlah warga melakukan evakuasi mandiri, sementara petugas menjangkau lokasi yang jalan masuknya terkikis air. Pendataan dan evakuasi masih dilakukan, sedangkan warga di bantaran sungai dan kawasan rawan longsor diminta segera mengungsi secara mandiri apabila hujan kembali meningkat.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Daerah
Pemkab Solok Lanjutkan Penanganan Banjir hingga 12 Oktober
Pemkab Solok memperpanjang tanggap darurat banjir bandang hingga 12 Oktober 2026. Kemensos menyiapkan jaminan hidup tiga bulan, bantuan isian rumah, d…
Terbaru di Daerah
Berita utama hari ini

Baca juga





