Kabar18.com

Selasa, 6 Oktober 2026

Bank Dunia Naikkan Proyeksi Ekonomi Indonesia Menjadi 5,2 Persen

Bank Dunia menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5,2 persen. Pertumbuhan semester I-2026 tercatat 5,4 persen, dengan risiko eksternal tetap diperhatikan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Struktur atap stadion modern dengan latar belakang gedung-gedung bertingkat dan pepohonan di Jakarta.
Ilustrasi: Struktur atap stadion modern dengan latar belakang gedung-gedung bertingkat dan pepohonan di Jakarta. · Foto: annisha firdausy / Pexels

Jakarta — Bank Dunia menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5,2 persen dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober 2026 yang dirilis Selasa (6/10/2026).

Proyeksi itu naik 0,5 poin persentase dibandingkan laporan April 2026. CNBC Indonesia menyebut laporan sebelumnya memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 4,7 persen pada tahun ini, sedangkan Bisnis.com menulis angka sebelumnya 4,8 persen.

CNBC Indonesia melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat dari 5,1 persen pada 2025 menjadi 5,4 persen pada semester I-2026. Angka 5,4 persen itu disebut sebagai rata-rata pertumbuhan dua kuartal terkuat sejak 2022.

Bisnis.com menyebut kenaikan proyeksi didorong dampak kenaikan harga energi yang lebih ringan dari perkiraan sebelumnya. Aktivitas ekonomi juga ditopang peningkatan program prioritas pemerintah, investasi yang terhubung dengan negara, serta besarnya subsidi energi.

Mengapa Proyeksi Ini Penting bagi Indonesia

Perubahan proyeksi Bank Dunia menjadi acuan bagi pembaca untuk memahami arah ekonomi nasional pada 2026. Angka tersebut menunjukkan penilaian lembaga itu terhadap ketahanan aktivitas ekonomi Indonesia setelah kinerja semester I-2026.

Di sisi lain, laporan CNBC Indonesia mencatat risiko yang perlu diperhatikan, termasuk pelebaran defisit transaksi berjalan dan gejolak arus modal. Faktor-faktor itu dapat memengaruhi stabilitas eksternal dan prospek pertumbuhan apabila tekanannya meningkat.

Bisnis.com mengaitkan revisi proyeksi dengan kondisi harga energi serta dukungan kebijakan dan investasi. Kedua laporan sama-sama menyatakan proyeksi 2026 mencapai 5,2 persen, tetapi berbeda dalam menyebut angka proyeksi sebelumnya: 4,7 persen menurut CNBC Indonesia dan 4,8 persen menurut Bisnis.com.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.