Kabar18.com

Senin, 19 Oktober 2026

Bank Indonesia Dorong Ekonomi Syariah untuk Memperkuat UMKM

Bank Indonesia menutup ISEF ke-13 dengan transaksi miliaran rupiah dan komitmen pembiayaan syariah. Penguatan UMKM, akses modal, serta rantai nilai halal menjadi fokus pengembangan ekonomi syariah.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Bank Indonesia.
Foto arsip: Bank Indonesia. · Foto: Medelam / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Jakarta International Convention Center — Bank Indonesia mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah untuk memperkuat usaha produktif, memperluas akses pembiayaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam penutupan Indonesia Sharia Economic Festival ke-13 pada 18 Oktober 2026.

Mengapa ini penting: Pelaku UMKM mendapat arah penguatan akses pembiayaan syariah dan pasar, sementara transaksi ISEF menunjukkan skala kegiatan ekonomi syariah pada 18 Oktober 2026.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M. Juhro mengatakan capaian ISEF harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan publik. Menurut Bank Indonesia, penguatan ekosistem itu mencakup integrasi rantai nilai halal dari hulu ke hilir, perluasan pembiayaan syariah, serta peningkatan literasi dan inklusi ekonomi syariah melalui pendidikan, komunitas, media sosial, dan digitalisasi layanan.

Bank Indonesia menyebut ISEF 2026 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 melalui kolaborasi dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah serta kementerian, lembaga pemerintah, asosiasi industri halal, lembaga keuangan syariah, perguruan tinggi, komunitas kreatif, dan mitra internasional.

Hingga penutupan, penjualan produk makanan halal dan fesyen mencapai Rp13,85 miliar. Business matching pembiayaan syariah dan perdagangan mencapai Rp3,16 triliun, terdiri atas Rp2,6 triliun pembiayaan syariah dan Rp558,4 miliar perdagangan syariah. Komitmen kerja sama di pasar uang dan valuta asing syariah mencapai Rp6,05 triliun.

Penguatan pembiayaan tersebut diarahkan terutama kepada usaha mikro, kecil, dan menengah. Bank Indonesia sebelumnya menjelaskan bahwa integrasi pembiayaan sosial dan komersial syariah, termasuk zakat dan wakaf, dapat memperluas akses permodalan bagi usaha produktif.

Di tingkat daerah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau membawa sembilan UMKM binaan dan mitra unggulan, dua pondok pesantren binaan, serta perwakilan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Riau ke ISEF 2026. Partisipasi itu ditujukan untuk memperluas akses pasar nasional dan internasional serta memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah daerah.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.