Banten Siapkan Pembinaan Siswa di Tiga Barak TNI Mulai Oktober
Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan pembinaan siswa SMA dan SMK bersama TNI mulai Oktober 2026. Program berlangsung dua hari satu malam di tiga lokasi dan menyasar hingga 1.000 pelajar.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Banten — Pemerintah Provinsi Banten akan memulai pembinaan siswa SMA dan SMK di tiga barak TNI pada Oktober 2026. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten Jamaluddin menyampaikan rencana itu pada 30 September 2026.
Mengapa ini penting: Mulai Oktober 2026, siswa SMA dan SMK di Banten, termasuk pengurus OSIS dan MPK, akan mengikuti pembinaan dua hari satu malam di tiga lokasi TNI.
Menurut Jamaluddin, program tersebut menyasar siswa yang membutuhkan pembinaan, termasuk siswa dengan masalah kedisiplinan, pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah dan Majelis Perwakilan Kelas, serta siswa yang memiliki potensi kepemimpinan.
Pembinaan akan berlangsung di Yonif 320 Badak Putih di Kabupaten Pandeglang, Batalyon Kavaleri 9 di Kota Tangerang Selatan, dan Grup 1 Kopassus di Kota Serang. RRI melaporkan program itu ditujukan untuk memperkuat kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemandirian siswa.
Jamaluddin mengatakan kegiatan tersebut bukan pelatihan militer bagi siswa. Peserta direncanakan mengikuti pembinaan selama dua hari satu malam dengan materi yang berkaitan dengan disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kepemimpinan, dan bela negara.
Program ini tidak hanya ditujukan kepada siswa yang melakukan pelanggaran. Pengurus OSIS dan MPK serta siswa yang dinilai memiliki potensi kepemimpinan juga disiapkan untuk mengikuti kegiatan tersebut, menurut laporan RRI.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten menargetkan sekitar 600 hingga 1.000 pelajar mengikuti program itu. Peserta dengan tingkat kehadiran rendah serta siswa yang terlibat atau berisiko terlibat tawuran termasuk kelompok yang sedang dikaji untuk mengikuti pembinaan.
Lokasi dan sasaran pembinaan
Rencana tersebut disusun Pemerintah Provinsi Banten bersama unsur TNI. Materi pembinaan diarahkan pada pembentukan karakter, peningkatan disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kepemimpinan, dan wawasan bela negara.
Setelah mengikuti pembinaan, siswa diharapkan memperbaiki perilaku dan tidak mengulangi pelanggaran. Pelaksanaan program dijadwalkan mulai Oktober 2026 di tiga lokasi yang telah disiapkan pemerintah provinsi.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pertahanan
Kemhan Evaluasi Keselamatan Latihan Komcad di Jakarta
Kementerian Pertahanan mengevaluasi mekanisme seleksi dan pemeriksaan kesehatan peserta Komponen Cadangan setelah Vanreko Varkas Bagaskara meninggal s…
Terbaru di Pendidikan

Berita utama hari ini

Baca juga





