Kabar18.com

Selasa, 13 Oktober 2026

BEI Tambah 19 Saham HSC, Total Menjadi 80 Emiten

BEI menambah 19 saham ke daftar kepemilikan terkonsentrasi tinggi berdasarkan data per 1 Oktober 2026. Total daftar HSC menjadi 80 emiten pada 13 Oktober 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Cetakan kertas berisi grafik pergerakan saham di atas permukaan hitam.
Ilustrasi: Cetakan kertas berisi grafik pergerakan saham di atas permukaan hitam. · Foto: Tima Miroshnichenko / Pexels

Jakarta — Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan 19 saham baru sebagai emiten dengan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi pada 13 Oktober 2026. Penetapan itu memakai struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat per 1 Oktober 2026.

Dengan pembaruan tersebut, jumlah saham dalam kategori high shareholding concentration (HSC) mencapai 80 emiten per 13 Oktober 2026. Daftar baru mencakup perusahaan dari sektor perkebunan, pertambangan, perbankan, infrastruktur, telekomunikasi, properti, kesehatan, perdagangan, dan pelayaran.

Daftar HSC memperluas perhatian investor

Nama yang masuk dalam penetapan 19 saham baru antara lain PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT), PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB), PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA), PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS), PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA), dan PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD).

BEI juga memasukkan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY), PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP), PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI), PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME), PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP), PT Akasha Wira International Tbk (ADES), PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND), PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT), dan PT Temas Tbk (TMAS).

Informasi yang dikutip laporan media dari keterbukaan informasi BEI menyebut status HSC ditentukan berdasarkan metodologi kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi. Salah satu contoh yang dicantumkan adalah PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), dengan tingkat HSC 95,79% dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat. PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) tercatat 96,68%, sedangkan PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND) tercatat 99,86%.

BEI juga mencabut status HSC dari PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) dan PT MD Entertainment Tbk (FILM). Perubahan tersebut menjadi bagian dari pembaruan daftar HSC yang berlaku hingga 13 Oktober 2026.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.