Kabar18.com

Senin, 28 September 2026

Benny Rhamdani Minta Konflik Upai-Poopo Ditangani dengan Pendekatan Adat

Benny Rhamdani meminta konflik warga Upai dan Poopo ditangani melalui pendekatan adat, sosial, dan budaya, disertai patroli rutin, pemetaan wilayah rawan, serta pemberdayaan pemuda.

Oleh

· 2 menit baca

Kotamobagu — Tokoh masyarakat Bolaang Mongondow Raya, Benny Rhamdani, meminta pemerintah dan aparat menangani konflik antara warga Upai dan Poopo dengan pendekatan adat, sosial, dan budaya pada 27 September 2026.

Mengapa ini penting: Warga Upai dan Poopo menghadapi penguatan patroli setelah bentrokan 27 September 2026 melukai delapan orang, sementara pemerintah didorong memakai pendekatan adat selain proses hukum.

Benny menyampaikan usul itu setelah bentrokan antarkampung terjadi di wilayah perbatasan Kotamobagu dan Bolaang Mongondow. Ia meminta penanganan tidak hanya mengandalkan proses hukum, tetapi juga melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama sebagai penengah.

Menurut laporan Tribun Manado, Benny mengusulkan patroli kampung secara rutin dan pemetaan wilayah yang rentan konflik. Ia mengatakan pemetaan diperlukan agar pencegahan dan penanganan dapat dilakukan lebih terarah.

Benny juga mendorong pemberantasan minuman keras serta program pemberdayaan pemuda yang jelas. Menurut dia, pemerintah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama memiliki peran dalam menjaga keamanan di tengah warga.

Ia meminta tokoh masyarakat dan tokoh agama berperan sebagai cooling system dengan menguatkan silaturahmi, kerukunan, dan gotong royong. Pendekatan adat, sosial, dan budaya dinilai perlu digunakan untuk mempertemukan pihak-pihak yang bertikai.

Bentrokan pada Minggu dini hari itu melibatkan sebagian warga Kelurahan Upai dan Desa Poopo. RRI melaporkan Kapolres Kotamobagu telah mengimbau warga menghindari provokasi digital, menyerahkan perkara kepada proses hukum, dan mematuhi kesepakatan damai yang dibuat pemerintah kedua wilayah.

Polres Kotamobagu juga melakukan patroli dari Kelurahan Upai hingga perbatasan Desa Poopo untuk mencegah bentrokan susulan. Menurut laporan Tribun Manado, situasi di wilayah tersebut pada 27 September berada dalam keadaan aman dan terkendali.

Laporan lain dari Tribun Manado menyebut delapan orang terluka dalam bentrokan itu, terdiri atas dua anggota TNI dan enam warga. Para korban mendapat perawatan di Rumah Sakit Monompia Kotamobagu.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Daerah

  2. Berita utama hari ini

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.