Kabar18.com

Selasa, 29 September 2026

BI Kurangi Intervensi Spot untuk Menjaga Rupiah di Jakarta

Bank Indonesia mengurangi intervensi langsung melalui pasar spot menjadi sekitar 30 persen. Destry Damayanti menyebut DNDF dan NDF digunakan untuk menjaga rupiah dan cadangan devisa.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Gedung-gedung pencakar langit modern berfasad kaca dipotret dari sudut rendah.
Ilustrasi: Gedung-gedung pencakar langit modern berfasad kaca dipotret dari sudut rendah. · Foto: Mathias Reding / Pexels

Jakarta — Bank Indonesia mengurangi porsi intervensi melalui transaksi spot di pasar valuta asing menjadi sekitar 30 persen dari total intervensi pada Senin (28/9/2026) dalam rapat kerja bersama DPR RI.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan transaksi spot termasuk intervensi yang lebih mahal. Karena itu, bank sentral mengalihkan sebagian fokus stabilisasi rupiah ke instrumen non-spot, yakni domestic non-deliverable forward (DNDF) dan non-deliverable forward (NDF).

Perubahan instrumen menjaga cadangan devisa

Perubahan komposisi intervensi penting bagi pembaca karena menyangkut cara bank sentral menjaga nilai tukar rupiah sekaligus mengelola penggunaan cadangan devisa. Transaksi spot dilakukan langsung di pasar valuta asing, sedangkan DNDF dan NDF merupakan instrumen kontrak berjangka yang digunakan dalam strategi intervensi valuta asing.

Fokus penggunaan instrumen DNDF dan NDF diarahkan untuk mencegah penggerusan cadangan devisa. Bank Indonesia mengurangi intervensi langsung melalui spot karena instrumen tersebut dinilai lebih mahal, dengan porsi spot kini sekitar 30 persen dari total intervensi.

Dalam rapat kerja di Jakarta, Destry menyampaikan bahwa intervensi Bank Indonesia tidak hanya dilakukan melalui spot. Instrumen DNDF, NDF, dan spot menjadi bagian dari operasi bank sentral untuk menjaga stabilitas rupiah.

Destry menyampaikan pernyataan mengenai pengurangan intervensi spot dalam sidang parlemen pada 28 September 2026. Porsi spot turun menjadi 30 persen dari total intervensi karena biayanya tinggi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.