Kabar18.com

Kamis, 8 Oktober 2026

Bima Arya Dorong Pemda Masukkan Mitigasi Bencana ke APBD

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mendorong pemerintah daerah memasukkan mitigasi bencana sejak tahap perencanaan dan mengalokasikan anggaran APBD untuk kebutuhan tersebut.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Peralatan bertahan hidup seperti senter, kompas, peluit, pisau lipat, dan karabiner di atas meja.
Ilustrasi: Peralatan bertahan hidup seperti senter, kompas, peluit, pisau lipat, dan karabiner di atas meja. · Foto: Marta Branco / Pexels

Serang — Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mendorong pemerintah daerah memperkuat mitigasi bencana sejak tahap perencanaan pembangunan. Ia menyampaikan hal itu dalam seminar nasional di Kota Serang, Banten, pada 7 Oktober 2026.

Mengapa ini penting: Pemerintah daerah didorong memasukkan mitigasi bencana dalam perencanaan dan APBD sejak tahap pembangunan, termasuk melalui alokasi khusus seperti yang dicontohkan di Sumatera Barat.

Bima mengatakan pemerintah daerah perlu mengubah pendekatan dari sekadar merespons bencana menjadi membangun sistem yang antisipatif. Mitigasi, menurut dia, perlu dipahami hingga tingkat masyarakat dan disesuaikan dengan karakter, kebutuhan, serta risiko tiap wilayah.

Dalam seminar yang digelar secara hibrida oleh Universitas Sultan Ageng Tirtayasa itu, Bima menyebut alokasi anggaran pembangunan tidak cukup diarahkan untuk infrastruktur. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah juga perlu mendukung kebutuhan mitigasi, termasuk penataan ruang yang memiliki ketahanan terhadap bencana.

Ia mencontohkan Sumatera Barat sebagai daerah yang mencantumkan mitigasi bencana dalam APBD. Menurut Bima, langkah tersebut menyediakan alokasi khusus untuk kebutuhan mitigasi dan perlu dimulai sejak tahap perencanaan.

Bima juga mendorong pemerintah daerah mengintegrasikan upaya tersebut dengan kementerian dan lembaga terkait. Pemahaman mengenai risiko wilayah, koordinasi lintas sektor, dan keterlibatan masyarakat dinilai diperlukan untuk membangun sistem kebencanaan yang antisipatif.

Dalam kesempatan yang sama, ia mengajak mahasiswa dan komunitas ikut mengingatkan kepala daerah mengenai pentingnya perubahan iklim dan mitigasi bencana. Peran masyarakat, kata dia, tidak berhenti pada penanganan setelah bencana, tetapi juga diperlukan dalam membangun kesiapsiagaan sejak awal.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pemerintahan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.