Bisnis Emas Sumbang 80 Persen Penjualan Antam pada Semester I 2026
Antam menyerap sembilan ton emas Freeport sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Bisnis emas menyumbang sekitar 80 persen penjualan bersih perusahaan pada semester I 2026.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menyerap sembilan ton emas dari PT Freeport Indonesia sepanjang Januari hingga Agustus 2026, menurut laporan pada 26 September 2026.
Emas tersebut diproduksi melalui fasilitas Precious Metals Refinery milik Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur. Pembelian itu menjadi bagian dari penguatan rantai pasok emas nasional dengan memanfaatkan produksi dalam negeri.
Pada semester I 2026, penjualan bersih Antam mencapai Rp62,71 triliun. Produk emas menjadi kontributor terbesar dengan proporsi sekitar 80 persen atau senilai Rp50,39 triliun. Volume penjualan emas pada periode tersebut tercatat 18.080 kilogram.
Mengapa penyerapan emas Freeport penting bagi pembaca
Penyerapan emas dari Freeport memperlihatkan keterkaitan antara fasilitas pemurnian di Gresik dan jaringan penjualan Antam. Bagi pembaca, perkembangan ini menunjukkan bagaimana hasil tambang dan pemurnian di dalam negeri masuk ke rantai pasok perusahaan nasional.
Data kinerja semester I 2026 juga menunjukkan besarnya peran bisnis emas terhadap pendapatan Antam. Penjualan emas tumbuh 1 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, dari Rp49,68 triliun menjadi Rp50,39 triliun.
Antam mencatat produksi emas dari tambangnya sendiri sebesar 433 kilogram pada semester I 2026, sedangkan volume penjualan emas mencapai 18.080 kilogram. Perusahaan menyatakan pembelian emas dari Freeport menunjukkan komitmen untuk meningkatkan pemanfaatan emas yang bersumber dari dalam negeri.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Analisis

Gunung Semeru dan Gunung Ibu Erupsi Bersamaan
Gunung Semeru dan Gunung Ibu erupsi pada 25 September 2026. Kolom abu masing-masing teramati sekitar 700 meter dan 400 meter di atas puncak.
Berita utama hari ini

Baca juga





