BKKBN Soroti Kesehatan Remaja dan Stunting di Bogor
Kemendukbangga/BKKBN membahas kesehatan mental remaja, penuaan penduduk, stunting, dan KB pascapersalinan dalam rapat sektor kesehatan di Bogor. Data I-NAMHS 2022 mencatat 34,9 persen remaja mengalami masalah mental.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Bogor — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) menyoroti kesehatan mental remaja, penuaan penduduk, penurunan stunting, dan penguatan program keluarga berencana (KB) pascapersalinan dalam Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Sektor Kesehatan (KKSK) Triwulan III Tahun 2026 pada 6 Oktober 2026.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menyampaikan bahwa data Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) tahun 2022 menunjukkan 34,9 persen remaja mengalami masalah mental. Ia juga menyebut gangguan mental dialami 1 dari 20 remaja. Data tersebut menjadi dasar perhatian terhadap dukungan bagi remaja dalam pembahasan sektor kesehatan.
Dalam rapat itu, Kemendukbangga/BKKBN membahas sejumlah isu kependudukan dan kesehatan. Selain kesehatan mental remaja, agenda mencakup penanganan penuaan penduduk, penurunan stunting, serta penguatan KB pascapersalinan untuk mendukung generasi masa depan yang berkualitas.
Kesehatan remaja dan keluarga menjadi agenda lintas sektor
Kemendukbangga/BKKBN menyatakan kontribusinya dalam membangun ekosistem yang mendukung ketahanan remaja melalui sistem dukungan, termasuk konselor sebaya. Dukungan itu dijalankan melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R) di jalur pendidikan, termasuk Sekolah Rakyat, serta jalur masyarakat.
Pembahasan mengenai stunting ditempatkan bersama isu kesehatan mental dan kependudukan dalam rapat koordinasi sektor kesehatan. Sementara itu, penguatan KB pascapersalinan menjadi bagian dari upaya pelayanan keluarga yang dibahas dalam forum tersebut.
Data I-NAMHS yang dikutip dalam rapat membedakan masalah mental dan gangguan mental pada remaja. Angka 34,9 persen merujuk pada remaja yang mengalami masalah mental, sedangkan angka 1 dari 20 merujuk pada gangguan mental.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Kesehatan

Dinkes Bandung Selidiki Dugaan Gangguan Kesehatan Pelanggan 88 Seoul
Dinas Kesehatan Kota Bandung menerima 24 laporan gangguan kesehatan setelah pelanggan menyantap makanan di 88 Seoul. Penyebabnya masih diselidiki, sem…
Berita utama hari ini

Baca juga




