BMKG Prakirakan Kulminasi Matahari di Surabaya 12 Oktober
BMKG memprakirakan kulminasi utama Matahari di Surabaya pada 12 Oktober 2026. Fenomena ini berpotensi meningkatkan radiasi dan membuat cuaca terasa lebih panas.
Oleh Pandi Muktar
· 1 menit baca
Surabaya — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kulminasi utama Matahari di Surabaya berlangsung pada 12 Oktober 2026.
Fenomena kulminasi, yang juga dikenal sebagai hari tanpa bayangan, terjadi ketika posisi Matahari berada tepat di atas wilayah tertentu. Kondisi tersebut dapat membuat penerimaan radiasi Matahari di permukaan lebih optimal sehingga cuaca terasa lebih panas, terutama ketika tutupan awan minim.
BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur menyebut panas di Jawa Timur juga berkaitan dengan musim kemarau berkepanjangan akibat pengaruh El Nino. BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi kenaikan suhu dan mengikuti perkembangan informasi cuaca serta iklim melalui kanal resmi.
Kulminasi meningkatkan kewaspadaan terhadap panas
Bagi warga Surabaya, informasi ini menjadi dasar untuk mengatur kegiatan luar ruangan pada sekitar waktu puncak fenomena. Perlindungan dari paparan Matahari dan kecukupan cairan diperlukan saat cuaca terasa lebih terik.
Dokumen BMKG mencatat kulminasi di Surabaya pada 12 Oktober 2026 pukul 11.15.43 WIB. Fenomena tersebut merupakan bagian dari kulminasi utama kedua di Indonesia yang berlangsung pada periode September hingga Oktober.
Warga dapat memantau prakiraan cuaca dan informasi iklim resmi BMKG untuk menyesuaikan aktivitas harian selama kondisi panas berlangsung.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kesehatan
Pemprov Jatim Siapkan Kacamata Gratis untuk 1.000 Guru di Surabaya
Pemprov Jawa Timur dan BAZNAS menyiapkan pemeriksaan mata serta kacamata gratis bagi 1.000 guru TK, RA, dan TPQ di Surabaya pada 11 Oktober 2026.
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga




