Kabar18.com

Senin, 12 Oktober 2026

BMKG Prakirakan Kulminasi Matahari di Surabaya 12 Oktober

BMKG memprakirakan kulminasi utama Matahari di Surabaya pada 12 Oktober 2026. Fenomena ini berpotensi meningkatkan radiasi dan membuat cuaca terasa lebih panas.

Oleh

· 1 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Langit biru cerah dengan awan putih dan pancaran sinar matahari terik.
Ilustrasi: Langit biru cerah dengan awan putih dan pancaran sinar matahari terik. · Foto: Engin Akyurt / Pexels

Surabaya — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kulminasi utama Matahari di Surabaya berlangsung pada 12 Oktober 2026.

Fenomena kulminasi, yang juga dikenal sebagai hari tanpa bayangan, terjadi ketika posisi Matahari berada tepat di atas wilayah tertentu. Kondisi tersebut dapat membuat penerimaan radiasi Matahari di permukaan lebih optimal sehingga cuaca terasa lebih panas, terutama ketika tutupan awan minim.

BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur menyebut panas di Jawa Timur juga berkaitan dengan musim kemarau berkepanjangan akibat pengaruh El Nino. BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi kenaikan suhu dan mengikuti perkembangan informasi cuaca serta iklim melalui kanal resmi.

Kulminasi meningkatkan kewaspadaan terhadap panas

Bagi warga Surabaya, informasi ini menjadi dasar untuk mengatur kegiatan luar ruangan pada sekitar waktu puncak fenomena. Perlindungan dari paparan Matahari dan kecukupan cairan diperlukan saat cuaca terasa lebih terik.

Dokumen BMKG mencatat kulminasi di Surabaya pada 12 Oktober 2026 pukul 11.15.43 WIB. Fenomena tersebut merupakan bagian dari kulminasi utama kedua di Indonesia yang berlangsung pada periode September hingga Oktober.

Warga dapat memantau prakiraan cuaca dan informasi iklim resmi BMKG untuk menyesuaikan aktivitas harian selama kondisi panas berlangsung.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.