Kabar18.com

Rabu, 14 Oktober 2026

BMKG: Sebagian Besar Indonesia Masih Kering hingga 19 Oktober

BMKG menyatakan sebagian besar wilayah Indonesia masih kering pada 13–19 Oktober 2026. Kondisi itu meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Permukaan tanah yang retak-retak akibat kekeringan dengan sebuah cangkang kerang kecil di atasnya.
Ilustrasi: Permukaan tanah yang retak-retak akibat kekeringan dengan sebuah cangkang kerang kecil di atasnya. · Foto: To Tao / Pexels

Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi kondisi kering pada periode 13–19 Oktober 2026.

Prospek cuaca BMKG menyebut kondisi kering tersebut masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama di daerah yang mengalami hari tanpa hujan berkepanjangan. Masyarakat diimbau mengantisipasi dampak cuaca panas dan udara yang lebih kering dengan memperhatikan informasi cuaca serta peringatan dini.

Pemantauan kondisi iklim pada Dasarian III September 2026 menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam kondisi relatif kering. BMKG mencatat sekitar 5,7 persen wilayah Indonesia, atau 40 Zona Musim, telah memasuki musim hujan. Dengan demikian, kondisi kering masih menjadi pola dominan, meskipun hujan dengan intensitas signifikan tetap berpeluang terjadi di sejumlah wilayah karena dinamika atmosfer yang aktif.

Kondisi kering meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla

Untuk 13–15 Oktober 2026, cuaca Indonesia umumnya diprakirakan cerah berawan hingga hujan ringan. BMKG meminta kewaspadaan terhadap peningkatan hujan dengan intensitas sedang di Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Perbedaan kondisi antardaerah membuat informasi prakiraan dan peringatan dini tetap diperlukan. Wilayah yang masih mengalami periode tanpa hujan panjang menghadapi risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan, sementara wilayah lain tetap dapat menerima hujan sedang hingga lebat dalam periode yang sama.

BMKG menyatakan masyarakat perlu terus mengantisipasi cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering selama musim kemarau masih berlangsung. Prospek ini berlaku untuk periode 13–19 Oktober 2026.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.