Kabar18.com

Minggu, 11 Oktober 2026

BMKG Tetapkan Status Siaga Banjir dan Longsor di Sumatera Utara

BMKG menetapkan status siaga banjir, banjir bandang, dan longsor di Aceh serta Sumatera Utara pada periode 10–12 Oktober 2026. Langkat, Simalungun, dan Pematangsiantar diproyeksikan terdampak pada 11 Oktober.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Dedaunan basah tersiram air hujan di bawah langit mendung.
Ilustrasi: Dedaunan basah tersiram air hujan di bawah langit mendung. · Foto: Nur Andi Ravsanjani Gusma / Pexels

Medan — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status siaga potensi banjir, banjir bandang, dan longsor di Aceh serta Sumatera Utara dalam peringatan dini cuaca periode 10–12 Oktober 2026. Pada 11 Oktober 2026, status siaga di Sumatera Utara mencakup Langkat, Simalungun, dan Pematangsiantar.

BMKG menyebut hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, layanan publik, dan infrastruktur. Status siaga untuk Aceh berlaku pada 10 dan 12 Oktober, sedangkan Sumatera Utara berlaku pada 10, 11, dan 12 Oktober 2026.

Untuk 10 Oktober, wilayah Sumatera Utara yang masuk status siaga meliputi Nias Selatan, Nias Barat, Mandailing Natal, dan Pakpak Bharat. Potensi dampak kemudian diproyeksikan berlanjut pada 11 Oktober di Langkat, Simalungun, dan Pematangsiantar. Pada 12 Oktober, wilayah yang disebut dalam status siaga meliputi Pakpak Bharat, Dairi, Samosir, Humbang Hasundutan, Nias Selatan, dan Nias Barat.

Status siaga menandai risiko gangguan aktivitas dan layanan publik

Peringatan ini penting bagi pembaca di Aceh dan Sumatera Utara karena BMKG mengaitkan hujan lebat hingga sangat lebat dengan potensi bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, banjir bandang, dan longsor. Dampaknya dapat menjangkau aktivitas warga, layanan publik, serta infrastruktur di wilayah yang tercantum.

BMKG juga menetapkan level waspada di sejumlah wilayah lain dengan potensi hujan sedang hingga lebat. Pada level tersebut, potensi dampak yang disebut mencakup genangan, luapan air sungai, dan longsor yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Dalam laporan periode yang sama, Aceh berada pada status siaga pada 10 Oktober di Aceh Jaya, Aceh Besar, dan Pidie, lalu Aceh Selatan pada 12 Oktober. Untuk Sumatera Utara, rincian wilayah berubah sesuai tanggal peringatan. Informasi yang tersedia tidak menyebut tindakan lanjutan selain periode dan wilayah dalam peringatan dini tersebut.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

    BMKG Ingatkan Risiko Karhutla di Indonesia

    Lingkungan

    BMKG Ingatkan Risiko Karhutla di Indonesia

    BMKG mengingatkan risiko karhutla karena kondisi kering masih mendominasi Indonesia. Namun, hujan sedang hingga sangat lebat tetap berpotensi terjadi…

  2. Terbaru di Daerah

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.