BNPB Fokuskan Pemadaman Karhutla di Ketapang dan Kayong Utara
BNPB meminta satgas darat dan udara memusatkan pemadaman karhutla di Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat. Titik panas di dua wilayah itu belum terkendali.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Pontianak — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta satgas darat terpadu dan udara penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memfokuskan pemadaman di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat, karena kondisi titik panas di dua wilayah itu belum terkendali.
Arahan tersebut disampaikan dalam penanganan karhutla Kalimantan Barat pada 4 Oktober 2026. Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo meminta seluruh unsur satgas memprioritaskan pengerahan armada dan personel ke Ketapang serta Kayong Utara.
Untuk operasi udara, satgas diminta segera melaporkan kondisi jarak pandang apabila helikopter pemadam atau water bombing dapat beroperasi. Helikopter juga diarahkan bertindak langsung ketika menemukan asap atau titik api dalam penerbangan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat Novel Umar mendorong satgas darat memperkuat patroli dan pemadaman langsung di wilayah rawan. Unsur yang disebut meliputi Kodam XII Tanjungpura, Kodaeral XII, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, BPBD Kalimantan Barat, Satuan Polisi Pamong Praja, Manggala Agni, Desa Tangguh Bencana, dan Masyarakat Peduli Api.
Pemadaman dipusatkan pada wilayah dengan titik panas belum terkendali
Novel menyebut operasi udara dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) diharapkan dapat difokuskan ke Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang. Wilayah itu disebut memiliki firespot yang banyak dan besar. Pelaksanaan OMC bergantung pada pertumbuhan awan hujan, yang memungkinkan penyemaian natrium klorida.
RRI juga melaporkan pemadaman melalui udara di Ketapang dan Kayong Utara menghadapi kendala kabut asap tebal yang mengganggu jarak pandang. Helikopter Super Puma H225 direncanakan melakukan water bombing di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir Selatan, Kabupaten Kayong Utara, pada Minggu, 4 Oktober 2026, apabila cuaca dan jarak pandang mendukung.
Jika pertumbuhan awan hujan tidak tersedia di Ketapang, operasi modifikasi cuaca dapat dialihkan ke wilayah timur Kalimantan Barat. Namun, wilayah selatan Kalimantan Barat tetap menjadi prioritas awal menurut keterangan yang dikutip RRI.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pertahanan
Tiga Helikopter Chinook Menuntaskan Dukungan Jepang untuk Karhutla Kalimantan
Pemerintah Jepang menghentikan dukungan pemadaman karhutla di Kalimantan pada 29 September 2026. Tiga helikopter Chinook telah menjalankan lebih dari…
Terbaru di Daerah

Berita utama hari ini

Baca juga





