Kabar18.com

Senin, 5 Oktober 2026

BNPB Fokuskan Pemadaman Karhutla di Ketapang dan Kayong Utara

BNPB meminta satgas darat dan udara memusatkan pemadaman karhutla di Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat. Titik panas di dua wilayah itu belum terkendali.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Pontianak — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta satgas darat terpadu dan udara penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memfokuskan pemadaman di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat, karena kondisi titik panas di dua wilayah itu belum terkendali.

Arahan tersebut disampaikan dalam penanganan karhutla Kalimantan Barat pada 4 Oktober 2026. Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo meminta seluruh unsur satgas memprioritaskan pengerahan armada dan personel ke Ketapang serta Kayong Utara.

Untuk operasi udara, satgas diminta segera melaporkan kondisi jarak pandang apabila helikopter pemadam atau water bombing dapat beroperasi. Helikopter juga diarahkan bertindak langsung ketika menemukan asap atau titik api dalam penerbangan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat Novel Umar mendorong satgas darat memperkuat patroli dan pemadaman langsung di wilayah rawan. Unsur yang disebut meliputi Kodam XII Tanjungpura, Kodaeral XII, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, BPBD Kalimantan Barat, Satuan Polisi Pamong Praja, Manggala Agni, Desa Tangguh Bencana, dan Masyarakat Peduli Api.

Pemadaman dipusatkan pada wilayah dengan titik panas belum terkendali

Novel menyebut operasi udara dari Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) diharapkan dapat difokuskan ke Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang. Wilayah itu disebut memiliki firespot yang banyak dan besar. Pelaksanaan OMC bergantung pada pertumbuhan awan hujan, yang memungkinkan penyemaian natrium klorida.

RRI juga melaporkan pemadaman melalui udara di Ketapang dan Kayong Utara menghadapi kendala kabut asap tebal yang mengganggu jarak pandang. Helikopter Super Puma H225 direncanakan melakukan water bombing di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir Selatan, Kabupaten Kayong Utara, pada Minggu, 4 Oktober 2026, apabila cuaca dan jarak pandang mendukung.

Jika pertumbuhan awan hujan tidak tersedia di Ketapang, operasi modifikasi cuaca dapat dialihkan ke wilayah timur Kalimantan Barat. Namun, wilayah selatan Kalimantan Barat tetap menjadi prioritas awal menurut keterangan yang dikutip RRI.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Daerah

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.