BNPB Laporkan 639,23 Hektare Karhutla di Enam Provinsi
BNPB melaporkan 639,23 hektare hutan dan lahan masih terbakar di enam provinsi pada 13 Oktober 2026. Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan area terbakar terbesar.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan pada 13 Oktober 2026 bahwa hutan dan lahan seluas 639,23 hektare masih terbakar di enam provinsi. Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan laporan itu kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada 12 Oktober 2026.
Enam provinsi prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan tersebut ialah Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau. Suharyanto menyebut Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan area terbakar paling luas.
Rinciannya, kebakaran di Kalimantan Tengah mencakup 10,89 hektare lahan gambut dan 513,89 hektare lahan mineral di Taman Nasional Tanjung Puting. Area terbakar lainnya berada di Sumatra Selatan seluas 6,90 hektare, Kalimantan Selatan 8,80 hektare, Jambi 81,50 hektare, Kalimantan Barat 16,34 hektare, dan Riau 1,00 hektare.
Karhutla masih membutuhkan penanganan lintas wilayah
Laporan BNPB menunjukkan penanganan kebakaran masih berlangsung di enam provinsi dengan karakter wilayah yang berbeda. Taman Nasional Tanjung Puting menjadi titik dengan area terbakar terbesar setelah ditemukan kebakaran baru di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan, Kalimantan Tengah.
Menurut laporan yang disampaikan dalam rapat, satuan tugas di lapangan masih menangani area seluas 639,23 hektare. Suharyanto berharap hujan alami membantu pemadaman pada pertengahan Oktober hingga November. Perkembangan di enam provinsi tersebut menjadi bagian dari evaluasi pemerintah atas penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Internasional
Karhutla Kalimantan Picu Kabut Asap ke Malaysia dan Singapura
Karhutla di Kalimantan membawa kabut asap ke Malaysia dan Singapura. Kementerian Kehutanan mencatat 793 titik panas berkepercayaan tinggi hingga 10 Ok…
Terbaru di Pertahanan

Baca juga




