Kabar18.com

Rabu, 14 Oktober 2026

BNPB Laporkan Karhutla, Kekeringan, dan Banjir di Indonesia

BNPB melaporkan karhutla, kekeringan, dan banjir di sejumlah daerah pada 12–13 Oktober 2026. Kekeringan di Subang berdampak pada sekitar 400 kepala keluarga atau 1.450 jiwa.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tampilan jarak dekat permukaan tanah kering dan retak berwarna kemerahan.
Ilustrasi: Tampilan jarak dekat permukaan tanah kering dan retak berwarna kemerahan. · Foto: Rashed Paykary / Pexels

Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, serta banjir di sejumlah daerah Indonesia pada 12–13 Oktober 2026.

Di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, karhutla terjadi di Desa Taraitak, Kecamatan Langowan Utara, serta Desa Karor, Kecamatan Lembean Timur. Luas lahan terbakar mencapai sekitar 25 hektare. Api telah dipadamkan hingga 12 Oktober, dan api berhasil dipadamkan pada 13 Oktober 2026 pukul 02.00 WITA.

Karhutla juga terjadi di Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada 12 Oktober. Di Kabupaten Subang, Jawa Barat, kekeringan berlangsung akibat tidak turunnya hujan dalam waktu lama dan menyebabkan sejumlah sumber mata air mengering. Kondisi itu berdampak pada sekitar 400 kepala keluarga atau 1.450 jiwa di Kecamatan Ciater, Cipeundeuy, Cisalak, dan Subang.

BNPB juga mencatat banjir di wilayah Sumatra setelah hujan berintensitas tinggi meningkatkan debit sungai hingga meluap.

Data BNPB Menunjukkan Risiko Bencana Berlangsung Bersamaan

Rangkaian peristiwa itu memperlihatkan perbedaan ancaman dalam satu periode: karhutla dan kekeringan terjadi di wilayah yang menghadapi kondisi kering, sedangkan hujan berintensitas tinggi tetap memicu banjir di Sumatra. Informasi tersebut membantu pemerintah daerah dan warga menyesuaikan penanganan berdasarkan ancaman setempat.

Penanganan karhutla di Minahasa dilakukan setelah BPBD menjalankan kaji cepat dan melaporkan luas lahan terdampak. Kekeringan di Subang berdampak langsung pada akses air bagi warga di empat kecamatan. Untuk banjir, BNPB mengaitkan kejadian dengan peningkatan debit sungai akibat hujan berintensitas tinggi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.