Budi Gunadi Sadikin Jadi Kandidat Dirjen WHO dari Indonesia
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tercatat sebagai kandidat Indonesia untuk posisi Direktur Jenderal WHO. Pemilihan dijadwalkan berlangsung pada Mei 2027.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Jakarta — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjadi kandidat Indonesia untuk posisi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 13 Oktober 2026. Pencalonan itu menempatkannya dalam persaingan yang diikuti tujuh nama dari sejumlah negara.
WHO mencatat Budi sebagai kandidat yang diusulkan Indonesia. CNBC Indonesia melaporkan, tujuh kandidat tersebut berasal dari Qatar, Arab Saudi, Belgia, China, Spanyol, Indonesia, dan Botswana. Mereka bersaing untuk menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang masa jabatan keduanya berakhir pada 15 Agustus 2027.
Budi dilantik sebagai Menteri Kesehatan pada Desember 2020. Sebelum masuk pemerintahan, ia berkarier di bidang teknologi informasi dan perbankan. Dalam keterangan profilnya, ia disebut terlibat dalam pengadaan serta distribusi alat tes, vaksin, dan obat selama pandemi Covid-19.
Pencalonan Budi membuka peluang Indonesia di kesehatan global
Pencalonan ini memberi Indonesia posisi dalam proses pemilihan pimpinan badan kesehatan global. Beritasatu.com menyebut pemerintah mengusung pencalonan tersebut untuk mendorong tata kelola kesehatan global yang lebih adil dan memberi ruang lebih besar bagi negara berkembang.
Pemilihan Direktur Jenderal WHO dijadwalkan berlangsung dalam Sidang Majelis Kesehatan Dunia pada Mei 2027. WHO juga mencatat Budi sebagai kandidat yang diusulkan Indonesia, sementara laporan media menyebut proses itu masih berada pada tahap persaingan antarkandidat.
Riwayat Budi berbeda dari sebagian kandidat lain karena ia tidak berasal dari pendidikan kedokteran atau kesehatan. Pengalamannya di teknologi informasi, perbankan, dan pemerintahan menjadi bagian dari latar belakang yang disorot dalam pemberitaan mengenai pencalonannya.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
Juda Agung Dorong Indonesia Manfaatkan Bonus Demografi di Jakarta
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyebut Indonesia memiliki waktu 10-15 tahun untuk mengubah bonus demografi menjadi manfaat ekonomi melalui pendidi…
Terbaru di Tokoh

Berita utama hari ini

Baca juga





