Burhan Efendi Dorong Pendidikan Pertanian Sejak SD di Solo Raya
Burhan Efendi mengusulkan pendidikan pertanian dikenalkan sejak sekolah dasar melalui pengalaman langsung. Langkah ini dinilai dapat membantu menyiapkan regenerasi petani Indonesia.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Solo Raya — Burhan Efendi mendorong pengenalan pendidikan pertanian sejak sekolah dasar pada Sabtu, 26 September 2026, untuk memperkuat regenerasi petani dan ketahanan pangan Indonesia.
Burhan, mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menyampaikan usulan tersebut di tengah persoalan regenerasi petani yang masih menjadi tantangan sektor pangan. Ia menilai pengenalan dunia pertanian tidak perlu menunggu anak memasuki perguruan tinggi atau mulai mencari pekerjaan.
Menurut Burhan, sekolah dasar dapat menjadi titik awal melalui kegiatan sederhana seperti menanam, merawat, mengamati pertumbuhan tanaman, mencatat perubahan, dan memahami asal makanan yang dikonsumsi. Pendekatan itu disebut sebagai experiential learning atau pembelajaran melalui pengalaman langsung.
Ia mengatakan anak perlu mengalami sendiri proses menanam, merawat, mengamati pertumbuhan, melakukan refleksi, serta memahami bagaimana pangan dihasilkan. Pendidikan tersebut juga dapat mengenalkan lingkungan, tanggung jawab, pengamatan, berpikir kritis, dan keberlanjutan.
Pendidikan pertanian penting bagi regenerasi petani
Usulan ini penting bagi pembaca karena regenerasi petani berkaitan dengan keberlanjutan sektor pangan Indonesia. Pemberitaan tersebut menyebut pertanian masih kerap dipandang sebagai pekerjaan berat dengan penghasilan yang tidak pasti. Citra itu dinilai ikut menjauhkan sebagian generasi muda dari sektor pertanian.
Burhan melihat pendidikan pertanian dapat diberikan secara bertahap sesuai usia anak. Materi sederhana di sekolah dasar dapat dikembangkan pada jenjang berikutnya menjadi pengetahuan tentang pertanian terpadu, teknologi tepat guna, dan ekonomi sirkular.
Pendekatan bertahap itu menggunakan konsep spiral curriculum, yaitu materi diperkenalkan secara berangsur-angsur dan diperdalam sesuai perkembangan siswa. Dengan cara tersebut, pengenalan pertanian tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada teknologi, lingkungan, dan keberlanjutan pangan.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Pendidikan

Garudafood Sasar 30 Sekolah lewat Edukasi Jajanan Sehat
Garudafood dan Pemerintah Kabupaten Sumedang meluncurkan program edukasi jajanan sehat serta pengelolaan sampah. Gerakan ini menyasar 30 sekolah di wi…
Berita utama hari ini


