Dewi Anjani Raup Lonjakan Omzet Kuliner di Mandalika
Dewi Anjani mengalami lonjakan omzet sebagai penyewa stan kuliner di Bazar Mandalika selama tiga hari Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Nominal omzetnya tidak disebutkan.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Lombok Tengah — Dewi Anjani, penyewa stan kuliner di Bazar Mandalika, mengalami lonjakan omzet selama penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pada 9–11 Oktober 2026.
Penjualan Dewi selama tiga hari ajang tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan hari biasa. Ia menggambarkan peningkatan itu sebagai lonjakan yang sangat besar, tanpa menyebutkan nominal omzet.
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menjadi ruang pemasaran bagi pelaku usaha lokal di sekitar Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Sebanyak 202 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor kerajinan dan kuliner ikut meramaikan kegiatan tersebut. Lebih dari 600 stan UMKM juga beroperasi di sekitar sirkuit selama rangkaian balapan.
Peningkatan penjualan Dewi terjadi selama tiga hari penyelenggaraan. Cerita serupa dialami pelaku usaha kuliner lain di Mandalika, meski nominal yang diberitakan untuk pedagang berbeda tidak dapat digunakan sebagai angka omzet Dewi.
Mengapa peningkatan omzet UMKM Mandalika penting
Bagi pembaca nasional, pengalaman Dewi menunjukkan dampak langsung ajang olahraga internasional terhadap pelaku usaha kecil di daerah. Arus penonton menciptakan permintaan tambahan bagi makanan dan minuman, sekaligus membuka kesempatan bagi produk lokal untuk bertemu dengan pengunjung dari luar daerah.
Ajang balap berlangsung di Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan tersebut dihadiri 157.875 pengunjung. Angka itu menjadi konteks bagi meningkatnya aktivitas perdagangan selama akhir pekan balap.
Nominal omzet Dewi Anjani, rencana lanjutan usahanya, atau agenda evaluasi setelah penyelenggaraan MotoGP 2026 tidak disebutkan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Tokoh
Bahlil Jelaskan Dasar Kebijakan UMKM di Jakarta
Bahlil Lahadalia menyebut pengalaman memperoleh proyek bernilai kontrak Rp 60 juta menjadi dasar kebijakan afirmatif bagi pengusaha daerah dan UMKM da…
Terbaru di Tokoh

Berita utama hari ini

Baca juga





