Kabar18.com

Senin, 12 Oktober 2026

Dradjad Wibowo Tiba di Kantor BPS Jakarta Pukul 11.00 WIB

Dradjad Wibowo tiba di kantor BPS Jakarta pada pukul 11.00 WIB, 12 Oktober 2026, untuk bertemu Amalia Adininggar Widyasanti dan membahas penggunaan data statistik dalam kebijakan ekonomi.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Kaca pembesar, pensil, dan buku catatan di samping lembaran grafik di atas meja kayu.
Ilustrasi: Kaca pembesar, pensil, dan buku catatan di samping lembaran grafik di atas meja kayu. · Foto: RDNE Stock project / Pexels

Jakarta — Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Wibowo tiba di kantor Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, pada pukul 11.00 WIB, Senin, 12 Oktober 2026, untuk bertemu Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

Pertemuan itu membahas penguatan penggunaan data statistik dalam perumusan kebijakan ekonomi serta koordinasi pengumpulan data. Dradjad menyampaikan bahwa kerja sama dengan BPS diperlukan agar aktivitas ekonomi di daerah yang belum tertangkap dapat masuk dalam bahan kebijakan.

Amalia mengatakan pembahasan mencakup pertumbuhan ekonomi, termasuk Produk Domestik Bruto (PDB) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), inflasi, neraca perdagangan, serta daya beli masyarakat. BPS juga mencatat konsumsi masyarakat tumbuh di atas 5 persen selama semester I 2026.

Data BPS menjadi dasar perumusan kebijakan ekonomi

Bagi pembaca, pertemuan ini menunjukkan koordinasi antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan BPS dalam menggunakan statistik untuk membaca kondisi ekonomi nasional dan daerah. Data tersebut menjadi bahan untuk menyusun kebijakan yang menyesuaikan perkembangan pertumbuhan, harga, perdagangan, dan konsumsi.

Laporan mengenai agenda pertemuan sebelumnya menyebut Dradjad dijadwalkan menemui Amalia di kantor BPS, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta. Setelah pertemuan, pembahasan diperluas pada kebutuhan memperkuat data ekonomi daerah dan memastikan tidak ada kegiatan ekonomi yang terlewat dalam pencatatan.

Amalia juga menjelaskan bahwa rapat membedah empat fokus utama. Selain pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan neraca perdagangan, pembahasan mencakup daya beli masyarakat Indonesia. Pemerintah selanjutnya akan menggunakan koordinasi data tersebut dalam formulasi dan pelaksanaan kebijakan ekonomi sesuai perkembangan yang tercatat BPS.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Tokoh

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.